Bolmong

Disdik Bolmong Segera Terapkan Full Day School

BOLMORA.COM, BOLMONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) melalui Dinas Pendidikan (Disdik) berencana berlakukan full day school di wilayah Bolmong.

Kepala Disdik Bolmong Renty Mokoginta mengungkapkan, pemberlakuan full day school di Bolmong rencananya masih dalam taraf uji coba dulu. Untuk sekolah yang masuk taraf uji coba full day school, yakni Sekolah Menengah Atas (SMP).

“Kita uji coba dulu untuk tingkat SMP. Tapi hanya beberapa sekolah saja,” ungkapnya.

Dia menjelasakan, pengertian full day school adalah sekolah sepanjang hari atau proses belajar mengajar yang diberlakukan dari pagi hari sampai sore hari, dengan durasi istirahat setiap dua jam sekali. Dengan demikian, sekolah dapat mengatur jadwal pelajaran dengan leluasa, disesuaikan dengan bobot mata pelajaran dan ditambah dengan pendalaman materi. 

“Hal yang diutamakan dalam full day school adalah pengaturan jadwal mata pelajaran. Di mana, Full day school yakni siswa akan belajar selama sehari penuh di sekolah selama lima hari. Dengan sekolah full day school selama lima hari, maka siswa akan mendapatkan libur seperti halnya karyawan kantor, yakni Sabtu dan Minggu,” terang Renty.

Lanjutnya, dengan adanya full day school, siswa akan berada di sekolah selama 8 jam. Nantinya Siswa memiliki waktu belajar yang lebih lama dibandingkan dengan sistem sekolah sebelumnya. Sehingga, pemahaman tentang materi pelajaran akan lebih mendalam dan mengurangi risiko siswa tidak naik kelas, atau tertinggal dalam memahami materi.

Menurutnya, dengan adanya sistem full day school, siswa dipaksa untuk tetap berada di sekolah, sehingga tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kegiatan ektrakulikuler. Siswa juga bisa mengikuti organisasi di sekolah, ini sangat berguna untuk siswa.

“Siswa mempunyai waktu lebih banyak untuk berinteraksi dengan teman dan guru,” pungkas Renty.

Rencana penerapan sistem full day school di Kabupaten Bolmong menuai kritikan dari sejumlah kalangan, Menurut seorang guru di salah satu SMP yang berada di Bolmong mengatakan, penerapan lima hari sekolah atau Full Day School sangat sulit diterapkan di sekolah yang berada di pedesaan  karena keterbatasan infrastruktur dan sumber daya guru.

“Dari sisi tujuan program lima hari sekolah sangat memberikan nilai positif untuk pertumbuhan dan peningkatan karakter siswa. Namun demikian butuh waktu untuk penerapannya,”ujar seorang guru yang tidak mau disebutkan namanya.

Menurutnya, program lima hari sekolah tentu harus di dukungan dengan sarana dan prasarana yang mumpuni dan memadai di setiap sekolah. Menurutnya untuk saat ini beberapa sekolah di kabupaten Bolmong masih jauh dari sokongan sarana untuk menunjang sistem full day school.

“Fasilitas di sekola kami bisa dibilang cukup minim, contohnya sekola kami masi kekurangan komputer, fasilitas olahraga dan fasilitas lainnya. Untuk memenuhi fasilitas tersebut pasti membutuhkan banyak anggaran, Belum lagi sumber daya guru di sekolah kami masih belum cukup, karena sejumlah alasan. Intinya kami masih butuh tambahan fasilitas dan sumber daya guru sebelum diterapkannya sistem full day school,” pungkasnya.

(Viko)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button