Dinas Perpustakaan Bolmong Punya Cara Jitu Meningkatkan Minat Baca Masyarakat
BOLMORA, BOLMONG – Berbagai upaya dilakukan Pemkab Bolmong guna meningkatkan minat masyarakat untuk membaca buku. Salah satunya, dengan terus menyiapkan sarana dan prasarana.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Bolmong Sumarni Bonde mengatakan, saat ini di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan tersedia koleksi buku sebanyak 24 ribu, dengan 600 judul.
“Tahun ini kita juga akan melakukan pengadaan buku dengan biaya pengadaan senilai Rp50 juta,” ungkapnya, Kamis (2/8).
Selain itu, sejumlah program juga disiapkan. Speteti program perpustakaan keliling bagi masyarakat. Kata dia, untuk menuju Bolmong hebat, salah satunya adalah meningkatkan minat baca seluruh kalangan. Mulai dari anak sekolah, mahasiswa hingga kalangan masyarakat umum.
“Untuk lebih mendorong literasi dan minat baca nasional, terutama di Bolmong, kita targetkan pengembangan pustakawan. Makanya perlu ada pemerataan akses perpustakaan bagi masyarakat,” ujar Sumarni.
Perpustakaan keliling dilakukan satu minggu sekali. Untuk lebih meningkatkan minat baca warga kuhususnya di wilayah yang jauh dari pusat kota, pihaknya juga terus menjalankan program perpustakaan keliling.
“Untuk perpustakaan keliling, kita akan lihat desa mana yang strategis. Ini untuk pemuda, petani, nelayan serta seluruh komponen masyarakat. Jadi untuk membaca tidak dipungut biaya. Siapa saja yang mau membaca dipersilakan, itu gratis. Ini juga untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat,” lugasnya.
Sumarni megajak masyarakat untuk meningkatkan minat membaca buku. Sebab dengan membaca buku, masyarakat bisa memperoleh berbagai pengetahuan.
“Kita semua harus memamfaatkan perpustakaan yang ada. Ini merupakan fasilitas yang pemerintah siapkan, untuk menopang memajukan sumber daya manusia (SDM),” paparnya.
Sementara itu, Erik salah satu guru di SDN 4 Tanoyan, mengaku senang dengan adanya perpustakaan keliling dari Pemkab olmong. Karena selain dapat meningkatkan minat baca para siswa, perpustakaan keliling juga mampu meningkatkan potensi para siswa.
“Perpustakaan keliling ini sangat baik untuk murid-murid yang ada di SDN 4 Desa Mopusi, karena bisa menambah pengetahuan siswa,” tandasnya.
Terpisah, Sri Rahayu Mokoginta, warga Desa Bulud, Kecamatan Pasi Barat, menyarankan agar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bolmong dapat lebih memperbanyak koleksi buku. Karena itu juga salah satu penyebab kurangnya pengunjung untuk mengunjungi perpustakaan.
Dia mengaku dirinya lebih memilih beralih ke gadget, karena buku yang dicari lebih banyak berada di perpustakaan online.
“Seharusnya dinas terkait harus berinovasi dengan menyediakan pelayanan perpustakaan online milik pemerintah daerah sendiri, karena sekarang di kalangan pelajar biasanya cenderung mencari buku lewat perpustakaan online,” pungkas alumni STIE STIPOL Swadaya Manado ini.
(agung)



