WTN yang Diraih Tahun 2015 Menjadi Motivasi Bagi Pemkot
BOLMORA, KOTAMOBAGU – Tim penilai kategori kota penerima penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) tahun 2016, Selasa (30/8/2016), secara spesifik melakukan penilaian terkait pelaksanaan transportasi maupun tertib lalu lintas di Kota Kotamobagu.
Dari penilaian tersebut, tim Penilai WTN menggelar ekspose atau memaparkan hasil penilaian lapangan, yang bertempat di Aula Rumah Dinas Wali Kota Kotamobagu.
Penilaian rutin tahunan yang diprakarsai Kementerian Perhubungan RI itu bertujuan untuk memberikan penilaian bagi pemerintah kota/kabupaten yang mampu menata sarana dan prasarana transportasi publik dengan baik.
Ketua tim penilai lapangan penghargaan WTN Nugraha Yusuf Nugroho, pada kesempatan sambutannya menegaskan, maksud dari kegiatan itu adalah untuk membangun dan mewujudkan budaya keamanan dan keselamatan serta meningkatkan kinerja penyelenggaraan sistem transportasi perkotaan yang handal, berkelanjutan dan menjamin ekuitas hak pengguna jalan.
“Dari hasil penilaian lapangan untuk angkutan kota dalam provinsi (AKDP) di Kota Kotamobagu secara umum sudah cukup baik, meskipun masih terdapat sejumlah kendaraan AKDP yang tidak memasang papan trayek dan masa uji berkalanya telah habis. Selanjutnya untuk angkutan dalam kota disarankan untuk segera mempersiapkan oprasional Bus Rapid Transit (BRT), sehingga masyarakat secara perlahan akan terbiasa dengan trannportasi BRT,” paparnya.
Selain itu, fasilitas pejalan kaki (pengguna trotoar) juga dalam kondisi yang baik dengan kelandaian yang sesuai diberbagai lokasi. Demikian juga soal fasilitas penyeberangan orang (zebra cross) juga sudah baik, namun harus dilengkapi dengan rambu peringatan serta petunjuk penyeberangan.
“Saya menyarankan agar tidak membiarkan pemanfaatan jalan di luar kepentingan lalu lintas, keculai untuk hal-hal tertentu berdasarkan izin. Contohnya, seperti trotoar untuk pejalan kaki, tidak diperbolehkan untuk pedagang kaki lima,” tegasnya.
Yusuf juga menyampaikan untuk zona selamat sekolah, dari pengamatan tim sudah difungsikan, dan dalam kondisi yang baik.
“Sedangkan untuk terminal Bonawang, secara umum kondisi bangunan dalam kondisi baik. Akan tetapi, fungsi harus lebih dioptimalkan,” imbaunya.
Untuk Halte angkutan umum, dari hasil pengamatan juga sudah sesuai dengan lokasi penempatan yang disertai rambu bus stop, dan tersedia tempat duduk. Sementara, untuk fasilitas parkir di badan jalan agar dilengkapi dengan marka parkir, papan parkir dan petugas parkir yang berseragam. Dan untuk kondisi marka jalan secara keseluruhan dalam keadaan baik. Akan tetapi perlu perbaikan secara berkala, serta kondisi rambu lalu lintas, secara umum penempatan rambu juga sudah sesuai dan dalam kondisi yang baik.
“Untuk kekurangannya, seperti marka dan rambu yang sudah mulai pudar catnya, mungkin bisa dilakukan pengecatan ulang dan juga perlu diperhatikan rambu yang terhalang pohon,” pinta Yusuf, pada saat melakukan penilaian dan pemaparan, yang didampingi Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan Provinsi Sulut Adi Pracahyo.
Terpisah, Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara, mengucapkan terima kasih kepada tim penilai atas berbagai masukkan. Dikatakan, Pemkot Kotamobagu, sejak mengikuti lomba WTN tahun 2015 lalu terus berupaya untuk memperbaiki sarana dan prasarana transportasi yang ada di Kota Kotamobagu.
“Plakat WTN yang diraih tahun 2015 menjadi motivasi bagi Pemkot, untuk terus meningkatkan kinerja dibidang transportasi, terutama berkaitan dengan penyedian sarana dan prasarana transporatsi yang aman, nyaman, handal dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Wali Kota juga berharap kepada Dishubparkomifo Kota Kotamobagu, dan Satlantas Polres Bolmong agar terus memberikan edukasi kepada masyarakat terutama tentang masalah rambu-rambu lalau lintas, karena masih banyak masyarakat yang masih belum paham.
“Diharapkan masyarakat menjadi tahu akan pentingnya rambu-rambu lalu lintas, supaya tidak sekedar menjadi pajangan dan aksesoris,” kata Tatong.
Selain itu, Tatong juga menanggapi tentang beberapa rambu lalu lintas yang tidak terlihat, karena tertutup dengan pohon. Hal ini terjadi karena pada saat dipasang, pohon masih belum tumbuh menutupi rambu.
“Hal ini memang harus dikontrol lagi. Mudah-mudahan hasil penilaian WTN tahun ini bagus, kebersihan bagus dan Kotamobagu bisa mendapatkan piala WTN,” harap Wali Kota perempuan pertama Kota Kotamobagu ini.
Terpisah, Kepala Dihubparkominfo Moch Agung Adati, menyampaikan bahwa, penghargaan WTN ini merupakan bentuk aspirasi pemerintah pusat kepada pemerintah daerah yang memiliki kepedulian terhadap ketertiban lalu lintas dan angkutan. Selain itu, sebagai wahana pembinaan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah terhadap penyelenggaraan kinerja sistem transportasi, sehingga tercipta sistem lalu lintas dan angkutan yang tertib, lancar, selamat, aman, efisien, berkelanjutan dan menjamin ekuitas hak pengguna jalan.
“Kami telah melakukan perbaikan-perbaikan fisik, sehingga diharapkan di tahun 2016 ini Kota Kotamobagu dapat meraih piala WTN,” lugasnya.(memet)



