Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin!

DaerahManado

Rektorat Unsrat Angkat Bicara Soal Polemik Pergantian Kajur Manajemen FEB

BOLMORA.COM, MANADO – Rektorat Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) angkat bicara soal polemik pergantian Lucky Dotulong, dari Kepala Jurusan (Kajur) Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menjadi Kepala Laboratorium Tingkat Universitas pada Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Unsrat Manado, yang sempat menghebohkan media sosial (Medsos).

Humas Unsrat Max Rembang dengan tegas menyatakan bahwa Prof Dr Ir Oktovian Berty Alexander Sompie, MEng IPU ASEAN ENG, selaku Rektor, tidak pernah sekalipun melakukan pencopotan jabatan tugas tambahan, seperti Wakil Dekan (Wadek), Kajur, atau Koordinator Program Studi (Korprodi) di seluruh fakultas Unsrat.

“Hal tersebut adalah kewenangan Dekan, yang kemudian diusulkan untuk ditetapkan dan dilantik oleh Rektor,” katanya, melalui pres rilisnya, Jumat (25/7/2025).

Dijelaskan, kasus Lucky Dotulong, pada prinsipnya bukanlah pencopotan, tapi pemindahan tugas dan pengangkatan pada jabatan negeri lain sebagai Kepala Laboratorium Tingkat Universitas pada LPMPP Unsrat.

“Hal ini sesuai dengan amanat Statuta Unsrat Tahun 2018, pasal 41 ayat 5, huruf d,” ungkap Max.

Disebutkan, Rektor Unsrat menetapkan Lucky Dotulong sesuai prosedur lazim yang diusulkan oleh Dekan FEB.

Selain itu, Max juga menggarisbawahi bahwa sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Unsrat sama seperti PTN lainnya di Indonesia, tidak memiliki jabatan struktural untuk tenaga pendidikan/dosen.

“Yang ada hanyalah jabatan tugas tambahan. Oleh karena itu, dalam konteks jabatan tugas tambahan, istilah promosi dan demosi tidak dikenal. Jadi, terminologi tersebut hanya berlaku untuk jabatan struktural,” jelasnya.

Diketahui sebelumnya, media sosial diramaikan dengan dugaan bahwa Lucky Dotulong, seorang akademisi FEB Unsrat, menjadi korban praktik penyalahgunaan kekuasaan.

Beredar kabar bahwa Lucky langsung diganti dari jabatannya sebagai Ketua Jurusan Manajemen FEB Unsrat, hanya karena melakukan pertemuan dengan seorang Staf Khusus Gubernur Sulawesi Utara.

Menurut penuturan Lucky, pertemuannya dengan Magdalena Wulur, Stafsus Gubernur Sulut Bidang Perencanaan Pembangunan, pada Senin, 24 Juni 2025, adalah untuk membahas sejumlah hal terkait kapasitasnya sebagai sesama akademisi dan pengurus KONI Sulut. Namun, keesokan harinya, pada Selasa, 25 Juni 2025, Lucky dipanggil dan diperiksa terkait pertemuan tersebut.

Dua hari kemudian, tepatnya pada Kamis, 27 Juni 2025, dirinya diganti dari jabatannya sebagai Kajur Manajemen FEB Unsrat, dan akan dilantik sebagai Ketua Laboratorium, tanpa penjelasan mengenai pelanggaran etika akademik yang dilakukan.

Hal inilah yang menurutnya perlu menjadi perhatian agar kejadian serupa tidak menimpa pihak lain.

“Ya, jadi bukan masalah promosi dan demosi, tapi masalah pertemuan dengan staf khusus Dr Magdalena Wullur di lantai 6 kantor gubernur. Dan saya langsung di-BAP, kemudian digantikan dari jabatan kajur,” beber Lucky  menjelaskan titik awal polemik tersebut kepada para wartawan, Jumat (25/7/2025).

Editor: Gun Mondo

editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Back to top button