Tim Peneliti Katalisator Polimdo Perkuat RPJMD 2025-2029 Pemkab Minsel

BOLMORA.COM, SULUT – Tim Peneliti Katalisator Kemitraan Berdikari dari Politeknik Negeri Manado turut ambil bagian dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).
Kegiatan tersebut membahas rumusan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Minsel untuk periode 2025-2029.
Partisipasi tim peneliti dalam forum strategis tersebut menjadi momentum penting sebagai bentuk diseminasi hasil penelitian yang sedang berlangsung. Ketua Tim Peneliti, Melky K.E. Paendong, hadir bersama anggota tim yang terdiri dari Arief Kumaat, I Gede Para Atmaja, Stieven Rumokoy, Adelaida Joroh, Dominikus Andreo, dan Misael Walangitan.
Saat ini, tim peneliti sedang melaksanakan riset bertajuk “Penerapan Teknologi Tepat Guna untuk Produksi Gula Semut Berkelanjutan dengan Integrasi Photovoltaic System sebagai Solusi Industri Pertanian Ramah Lingkungan.”
Penelitian ini difokuskan pada pengembangan dan penerapan teknologi inovatif guna mendukung efisiensi produksi dan keberlanjutan energi di sektor pertanian.
Berbagai alat telah berhasil dikembangkan dalam penelitian ini, di antaranya mesin pemasak nira, oven pengering, mesin penggiling, dan mesin pengayak gula semut. Penggunaan teknologi ini tidak hanya memangkas waktu produksi, tetapi juga menekan biaya operasional dengan memanfaatkan tenaga surya (photovoltaic system) sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan.
Penelitian ini merupakan bagian dari program Katalisator Kemitraan Berdikari, inisiatif dari Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Program ini bertujuan memperkuat kemitraan berbasis jejaring antara PTPPPV (Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Vokasi) dan mitra-mitranya, seperti dunia usaha, pemerintah daerah, LSM, dan komunitas masyarakat. Melalui riset kolaboratif, program ini mendorong penciptaan inovasi yang mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi dan daya saing industri lokal.
Adapun mitra lapangan dalam penelitian ini adalah Kelompok Tani Talaut Jaya yang berada di Desa Talaitad Utara, Kecamatan Suluun Tareran, Kabupaten Minahasa Selatan.
(*/Jane)



