Gali Sejarah Desa Wiau Lapi Gelar Seminar Sejarah Desa
25 Agustus 1670 ditetapkan sebagai hari lahir Desa Wiau Lapi

bolmora.com.Minsel.
WIAU LAPI, 25 Juli 2025 —
Pemerintah Desa Wiau Lapi sukses menggelar Seminar Sejarah Desa Wiau Lapi, yang di laksanakan di BPU Desa Wiau Lapi.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan tokoh-tokoh penting dari dua desa bersaudara tersebut yaitu Desa Wiau Lapi dan Desa Wiau Lapi Barat.
Acara yang berlangsung penuh semangat ini dibuka secara resmi oleh Ketua BPD Wiau Lapi, Jhony Rantung, S.Pd, yang dalam sambutannya menyampaikan harapan besar agar hasil dari seminar ini menjadi bagian penting dalam narasi sejarah dan jati diri masyarakat Wiau Lapi.

Sekretaris kecamatan Tareran Christian Danny Karamoy, SE. memberikan motivasi lewat sambutan agar hasil seminar ini bisa disepakati tanggal, bulan dan tahun lahir dari desa Wiau Lapi.
” Menulis sejarah desa harus lah diseminarkan secara ilmiah, untuk mencari suatu kebenaran fakta sejarah “. Ungkap Karamoy yang juga mantan Pj.Hukum Tua Wiau Lapi.
Melalui diskusi ilmiah yang di pimpin oleh moderator Putra asli WIAU LAPI, Jonathan Worotitjan, maka fakta sejarah berdasarkan bukti bukti yang di temukan serta di yakini merupakan peradaban masa lalu, maka korum peserta seminar akhirnya mengerucut pada satu kesimpulan yaitu, menetapkan tanggal 25 Agustus 1670 sebagai hari di mana Desa WIAU LAPI terbentuk atau hari lahir Desa.
Sejumlah tokoh masyarakat turut hadir, antara lain: mantan Hukum Tua M.L. Prok, mantan Ketua BPD Jhon Rompas, tokoh masyarakat Ventje Prok, Johan Kondoy, dan Yodi Wurangian.
Hadir pula tokoh-tokoh agama dari berbagai denominasi gereja seperti GPdI, GBT, GSPdI, dan Gesba.
Tak ketinggalan tokoh pemekaran desa, Ronny Worotitjan, yang juga merupakan mantan Ketua BPD Wiau Lapi dan Ketua BPD Wiau Lapi Barat. Bersamanya hadir juga Wakil Ketua BPD Wiau Lapi Barat J.B. Tambun, serta mantan Hukum Tua Wiau Lapi Barat Denny A. Worotitjan.
Dukungan dari kalangan muda dan pendidikan pun terlihat dengan kehadiran mahasiswa KKT Unsrat, perangkat desa, TP PKK, dan masyarakat umum.
Dalam seminar tersebut, Alfian Walukow, S.Pd, seorang tokoh adat, penulis sejarah Minahasa dan Sangihe, serta pendiri Sanggar Apapuhang, tampil sebagai pemateri utama. Walukow, yang merupakan putra asli Wiau Lapi dan kini berdomisili di Kabupaten Sangihe, memberikan perspektif sejarah dan budaya yang mendalam mengenai asal-usul desa dan peran adat dalam membentuk identitas lokal.
Hukum Tua Wiau Lapi, Ferry Kumendong, menjelaskan bahwa gagasan untuk menggelar seminar ini telah lama direncanakan, namun baru kali ini bisa terealisasi karena berbagai kendala. “Harapan kami, sejarah ini menjadi dasar kebudayaan masyarakat dan jati diri orang Wiau Lapi,” ujarnya.
Kumendong juga menambahkan bahwa tahun ini Desa Wiau Lapi memasuki usia 355 tahun. Peringatan tersebut akan dirayakan secara meriah bulan depan, dengan menampilkan beragam kekayaan budaya dan kearifan lokal masyarakat desa.
Seminar ini bukan hanya menjadi tonggak penting dalam menggali sejarah lokal, namun juga diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat serta diajarkan di sekolah-sekolah sebagai warisan sejarah yang edukatif bagi generasi penerus Wiau Lapi.
***DL***



