Pemprov Sulut Luncuran Aksi Mapalus Cegah Stunting di Momen Peringatan Harganas ke-32 Tahun 2025
BOLMORA.COM, MANADO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 Tahun 2025.
Upacara puncak peringatan Harganas yang dilaksanakan di Lapangan Kantor Gubernur Sulut, pada Jumat (4/7/2025) pagi tersebut dipimpin oleh Wakil Gubernur Victor Mailangkay.
Di kesempatan itu, Victor yang mewakiili Gubernur Yulius Selvanus, membacakan sambutan tertulis Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Mendukbangga/BKKBN) Republik Indonesia, Wihaji.
Dalam sambutan, Menteri Wihaji menegaskan Harganas tahun 2025 ini mengambil tema “Dari Keluarga untuk Indonesia Maju”, yang menjadi pengingat akan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.
“Keluarga yang kuat dan harmonis akan melahirkan generasi berkualitas, berakhlak mulia dan mampu bersaing di era global. Oleh karena itu, pembangunan keluarga menjadi sangat penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tegas Victor, mengutip sambutan Menteri Wihaji.
Lebih lanjut, ia menyampaikan tiga prioritas utama dalam pembangunan keluarga. Yang pertama yakni, peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan keluarga. Kedua, kewaspadaan terhadap dampak negatif teknologi digital, dan ketia peningkatan kualitas kesehatan dan ekonomi keluarga.
“Menteri Wihaji juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan keluarga memerlukan kolaborasi lintas sektor, sinergi anggaran, serta dukungan semua pemangku kepentingan,” kata Victor.
Mengakhiri sambutan, Wagub Victor mengajak seluruh pihak memperkuat komitmen.
“Melalui momentum Harganas ke-32 ini, mari kita perkuat kolaborasi, integrasi program, serta inovasi layanan untuk menjangkau keluarga yang paling membutuhkan. Karena, membangun Indonesia Emas 2045 dimulai dari keluarga yang hari ini kita dampingi dan berdayakan,” pungkasnya.
Sebagai bagian dari peringatan Harganas, upacara puncak dirangkaikan juga dengan peluncuran Aksi Mapalus Cegah Stunting Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting.
Selain itu, dilakukan peyerahan bantuan secara simbolis, kepada 20 keluarga penerima sebagai wujud nyata komitmen bersama dalam percepatan penurunan stunting di daerah.
Selanjtnya pada kesempatan itu, diserahkan juga berbagai penghargaan dan apresiasi. Antara lain, Piagam Penghargaan Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting kepada 15 Kepala OPD KB Kabupaten/Kota; Penyerahan ATTG (Alat Teknologi Tepat Guna) kepada 10 kelompok UPPKA, penyerahan Sertifikat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga kepada dua keluarga atas kelahiran bayi pada 29 Juni 2025, Piagam Apresiasi TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) kepada dua penerima tingkat provinsi, Piagam Penghargaan Apresiasi SIDAYA (Lansia Berdaya) kepada lima penerima dari Kabupaten Minahasa Utara dan Minahasa Selatan, Penghargaan Kampung Keluarga Berkualitas, Rumah Data Kependudukan, Sekolah Siaga Kependudukan kepada tiga penerima dan Penghargaan Keluarga Harmonis Membina Keluarga Bahagia dan Sejahtera selama 54 Tahun Pernikahan.
Apel ini menjadi cerminan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat peran keluarga sebagai garda terdepan pembangunan nasional. Melalui semangat Harganas ke-32, diharapkan seluruh elemen masyarakat terus mendorong lahirnya generasi unggul, sehat, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
Adapun Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 Tahun 2025 ini terselenggara berkat kolaborasi antara Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) Provinsi Sulawesi Utara bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Upacara ini turut dihadiri berbagai unsur penting daerah. Di antaranya, Sekretaris TP-PKK Provinsi Sulut, Merry Mailangkay, Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Provinsi Sulut, Tahlis Gallang, jajaran Forkopimda Sulut, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Sulut, Jeanny Yola Winokan, perwakilan Kejaksaan Tinggi Sulut, pimpinan instansi vertikal, pejabat tinggi pratama, OPD KB kabupaten/kota, PLKB/PKB, staf khusus gubernur, pengurus TP-PKK dan Dekranasda, Kepala Dinas OPD KB se-Sulut; Ketua IBI dan Juken Provinsi Sulut, pegawai BKKBN Provinsi, serta perwakilan Generasi Berencana.
Penulis: Gun Mondo



