Pemkab Bolmong Berikan Dana Hibah Rp500 Juta ke UDK
BOLMORA.COM, BOLMONG – Kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) di bawah kepemimpinan Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow (YSM), terhadap dunia pendidikan patut diacungi jempol.Hal ini dibuktikan dengan dianggarkannya dana hibah ke Universitas Dumoga Kotamobagu (UDK). Dana ini juga merupakan janji Bupati Bolmong beberapa waktu lalu.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bolmong Renty Mokoginta, saat ini dana tersebut dalam proses pembuatan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).
“Dana hibah tersebut sebesar Rp500 juta. Saat ini dalam proses NPHD,” kata Renty, beberapa waktu lalu.
Terpisah, Rektor UDK Agus Supandi Soegoto, mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow, yang mempunyai inisiatif membantu UDK.
“Saat ini masih banyak PR di UDK yang harus dibereskan,” ujarnya.
Begitu juga dengan kampus-kampus lain di BMR.
“Kalau kita ingin ada kampus-kampus unggulan, mau tidak mau harus ada kepedulian dari Pemda,” tambah Agus.
Agus mencontohkan seperti di Kabupaten Bintan Kepulauan Riau. Untuk membangun perguruan tinggi swasta saja, belum ada izin dari Dikti. Padahal, sudah ada investor yang berani invest Rp250 juta US Dollar, atau kalau dirupiahkan setara dengan Rp3,7 Triliun. Namun, itupun masih ditolak oleh Dikti.
“Nah, kita UDK bukan hanya Dikti saja, tapi BAN-PT sudah mengakui. Tapi UDK harus menangani sendiri, sehingga hal ini harus dicarikan solusi bersama,” jelasnya.
Ia berharap, UDK tidak dibiarkan. Karena UDK adalah kampus harapan satu-satunya perbaikan perguruan tinggi di Bolmong Raya (BMR).
“Kalau saya pribadi semua perguruan tinggi bagus. Tapi satu-satunya calon yang kuat untuk maju di BMR, apalagi sudah universitas adalah UDK. Alasannya, sangat susah untuk sebuah kampus jadi universitas,” ucap Agus.
Ia menambahkan, untuk akreditasi prodi saja susah, apalagi ingin menjadi universitas. Sehingga, sangat disayangkan jika universitas ini mati.
“Itu hampir saja terjadi sebelum saya masuk, karena sebelumnya sudah diblokade akibat pengelolaannya yang kurang baik,” sebutnya.
“Nah sekarang sejak terbuka semua, dan tata kelola kita di dalam sudah bagus, kemudian hanya dibiarkan saja, kan sayang kalau kampus ini mati,” imbuh Agus.
Ia juga berharap, semoga bantuan operasional ini membuka jalan bagi daerah lainnya di BMR. Sebab, kalau aturan Kemendikbud RI, biaya operasional untuk satu universitas itu Rp2,5 Miliar, baru kemudian perguruan tinggi itu bisa jalan.
“Sementara kita harus bersaing dengan kampus-kampus lain sekelas UNG dan kampus lainnya yang juga dapat bantuan dari pemerintah. Sehingga itu, Pemda khususnya di BMR, perlu membantu pengembangan UDK,” harapnya.
(Agung)



