Boltim

Diskominfo Boltim dampingi DKP Salurkan Bantuan Pangan

BOLMORA.COM, BOLTIM — Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), turut mendampingi Dinas Ketahanan Pangan (DKP) dalam penyaluran bantuan pangan tahap dua bagi masyarakat terdampak COVID-19 di Kecamatan Nuangan Kabupaten Boltim.

“Dinas Kominfo ikut mendampingi penyaluran bantuan pangan di wilayah kecamatan Nuangan,”kata Sekretaris Dinas Kominfo Fitrah Damopolii,Senin (27/07).

Di katakannya lagi, setelah tiga kecamatan yakni, Kecamatan Kotabunan,Tutuyan dan Motongkad selesai di bagikan,bantuan mulai dibagikan di wilayah kecamatan Nuangan.

“Diperkirakan tiga hari kedepan wilayah Nuangan penyaluran bantuan pangan selesai dibagikan. Dan di lanjutkan di Kecamatan Mooat, Modayag dan Modayag Barat,”jelas Fitrah.

Terkait teknis penyaluran menurut Fitrah,harus disesuaikan dengan data yang diberikan Sangadi.”Harus sesuai data yang dimasukan. Untuk meminimalisir segalah dampak terburuk yang akan timbul di kemudian hari,”tambahnya.

Sementara itu, Kepala Seksi harga pangan DKP Nurjida Sugeha menjelaskan, penerima bantuan pangan sudah melalui proses validasi data dari DKP yang diajukan Sangadi.

“Validasi data untuk mencegah jangan sampai terjadi double penerima. Contohnya, yang sudah menerima JHT tentu tidak bisa menerima bantuan lainya. Dan penerima bantuan harus membawa kartu keluarga atau KTP. Hal ini dilakukan berdasarkan hasil koordinasi dengan BPK,”terang Sugeha.

Terpisah Sangadi Nuangan Satu Fuad Basmul ketika mengapresiasi penyaluran bantuan pangan tahap dua, mengingat kondisi masyarakat dengan situasi pandemi Covid-19 sangat mengharapkan bantuan pemerintah.

“Terima kasih Bupati Boltim,semoga bantuan ini dapat membantu masyarakat yang terkena dampak pandemi Covid-19,”Kuncinya. 

(Ayax Vay)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button