Advertorial

Bupati Bolmong Dampingi Dirjen Konservasi SDA Resmikan Sanctuary Burung Maleo

BOLMORA, ADVERTORIAL – Bupati Kabupaten Bolmong Yasti Sopredko Mokoagow, Jumat (20/7), mendampingi Direktorat Jendral (Dirjen) Konservasi Sumber Daya Alam (SDA) dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Wiranto, guna meresmikan Sanctuary Tambun dan Muara Pusian atau biasa disebut tempat kediaman Burung Maleo, di Desa Pinonobatuan, Kecamatan Dumoga Timur.

Tampak bupati bersama Dirjen memegang sertifikat ibu asuh dan ayah asuh Burung Maleo dari Irjen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI

Dalam sambutannya, bupati mengucapkan selamat datang dan menggungkapkan kebanggaan atas kunjungan Dirjen Konservasi SDA dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, ke Bolmong.

Bupati mengatakan, merupakan suatu kebanggaan bagi Pemkab dan Masyarakat Bolmong atas kunjungan tersebut. Ia berharap, kunjunagn kali ini dapat mempererat hubungan silaturahim dan kerja sama yang baik, antara Pemkab Bolmong dan jajaran Dirjen Konservasi SDA dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Bupati dan Dirjen beserta jajaran Pemkab Bolmong melakukanpenanaman pohon di lokasi Sanctuary Burung Maleo

Dalam kesempatan itu, bupati menguraikan bahwa Burung Maleo adalah jenis burung jenis ukuran sedang dengan panjang sekitar 55 centimeter, dan merupakan satwa endemic Sulawesi yang hanya ditemukan hidup dan berkembang di pulau Sulawesi khususnya di Kabupaten Bolmong.

Menurutnya, Burung Maleo yang ada di Sulawesi ini juga termasuk burung yang terancam punah. Hal ini dikarenakan maraknya pemburuan Burung Maleo, ditambah lagi dengan perilaku masyarakat lokal yang suka mengumpulkan telur Burung Maleo untuk dikonsumsi, diperjualbelikan, serta dijadikan cenderamata

Olehnya, dengan diresmikannya Sentuary Maleo Tambun dan Muara Pusian, diharapkan mampu meningkatkan populasi Burung Maleo di habitatnya. Yang mana, ada satu hal yang patut dicontohi dari sifat Burung Maleo, yaitu burung yang setia pada pasangannya. Semoga dengan diresmikannya Sentuary ini, mampu meminimalisir bahaya kepunahan yang mengancam habitat Burung Maleo.

Foto bersama Dirjen, bupati dan jajaran Pemkab Bolmong, serta Kepala Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

Sementara, Dirjen Konservasi SDA dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Wiranto, dalam sambutannya memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bupati Bolmong, dan Kepala Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, serta kepada sangadi dan masyarakat Desa Pinonobatuan, yang telah bekerja keras dan berupaya melestarikan habitat Burung Maleo, yang merupakan hewan endemik Sulawesi, sekaligus ikon kebanggaan khususnya bagi Kabupaten Bolmong.

Wiranto berharap, dengan peresmian Santuary Maleo Tambun dan Muara Pusian, akan lebih banyak lagi wisatawan asing dan wisatawan domestik yang datang berkunjung di Sanctuary Maleo, sehingga pendapatan ekonomi masyarakat Desa Pinonobatuan lebih meningkat lagi.

Selain itu, dia berharap agar Pemkab Bolmong dapat membuat kolam air panas yang ada di Santuary Maleo Tambun. Sebab dari hasil penyelusurannya, kualitas  air panas di Lokasi Santuary Maleo Tambun sangat bagus.

Turut hadir pada kegiatan itu, jajaran Pemkab Bolmong, Kepala Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone Lukita Nistiantara, beserta jajaran, dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Dumoga Timur.(adve/agung)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button