Pemkot Usulkan Penambahan Tenaga Medis dan Guru
BOLMORA, KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu kembali melakukan pengusulan penambahan tenaga medis dan guru. Bahkan usulan penambahan pegawai tersebut, telah dimasukan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi dan Birokrasi (KemenPAN-RB) RI.
Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan (BKPP), Sahaya Mokoginta, mengungkapkan sebanyak 400 tenaga kesehatan dan 300 tenaga pendidik (guru), masih dibutuhkan di Kota Kotamobagu.
“Saat ini total tenaga kesehatan berstatus PNS sebanyak 389 orang, sementara untuk tenaga kontrak sebanyak 184 orang, kemudian untuk tenaga guru berstatus pegawai sebanyak 869,” ungkap Sahaya, Kamis (12/7/2018).
Menurutnya, usulan Pemkot tersebut, untuk memenuhi ketersediaan tenaga guru dan kesehatan.
“Kita usulkan sebanyak 700-an guru dan kesehatan. Mudah-mudahan bisa terakomodir,” terang Sahaya.
Dia juga mengatakan, tenaga kesehatan yang tersebar di lima Puskesmas se-Kota Kotamobagu masih belum merata. Apalagi, setiap tahunnya banyak yang pensiun.
“Mereka yang ditempatkan di lima Puskesmas saat ini, disesuaikan dengan kebutuhan. Jadi, jumlahnya bervariatif,” ujarnya.
Terpisah, salah satu warga asal Kecamagan Kotamobagu Selatan, mengatakan, kebijakan Pemkot untuk penambahan pegawai tersebut, diharapkan lebih memprioritaskan masyarakat lokal. Meskipun, yang dibutuhkan tenaga kesehatan dan guru.
“Apresiasi buat pemerintah. Insyallah usulan tersebut bisa diterima. Agar masyarakat termasuk saya, mendapat peluang untuk bekerja di salah satu bidang yang diprioritaskan,” kata Alumni Poltkes Manado ini, sambil meminta namanya tidak ditulis.(me2t)


