Bolmong

Tangani Kemiskinan, Kemensos RI Sambangi Dinsos Bolmong

BOLMORA, BOLMONG – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) melakukan Focus Group Discussion (FGD) antara Pemkab Bolmong dengan Direktorat Fakir Miskin Pesisir, Pulau Kecil dan Perbatasan Antar Negara, yang dihadiri langsung oleh Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI).

Kegiatan yang dilaksanakan di ruang rapat lantai dua kantor bupati, Rabu (4/7), tersebut, dibuka oleh Asisten II Bidang Administrasi Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Moh. Yudha Rantung, yang mewakili Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow.

Dalam sambutannya, Yudha menyampaikan bahwa upaya mengurangi angka kemiskinan masyarakat Bolmong, tidak bisa hanya dilakukan oleh Dinsos saja, tapi ini merupakan tanggung jawab semua stackholder, termasuk Kemensos.

“Kiranya ke depan program ini sukses dilaksanakan, sehingga tidak ada lagi masyarakat miskin di Bolmong. Makanya, seluruh data yang diverifikasi dan validasi oleh dinas terkait harus jelas dan tepat sasaran,” ujarnya.

Abdul Yayat, selaku Dirjen Penanganan Fakir Miskin, Pulau-Pulau Kecil dan Perbatasan Negara mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan ini bertujuan mewujudkan sinergi dan kolaborasi penanganan fakir miskin di wilayah pesisir, pulau-pulau kecil dan perbatasan antar negara, serta upaya pengelolaan Usaha Ekonomi Produktif (UEP).

“Tentunya tujuan kegiatan ini agar sinergitas dan keterpaduan di tingkat kabupaten dapat terbangun, dalam upaya penanganan fakir miskin secara berkelanjutan khususnya pengelolaan bantuan stimulan UEP,” jelasnya.

Kepala Dinsos Bolmong Abdul Haris Bambela, dalam sambutannya mengungkapkan pihaknya sudah melakukan berbagai upaya. Di antaranya, sudah melakukan pendataan agar dapat diterima oleh semua, dan dapat diuji secara publik.

Kata dia, pihaknya juga sudah membentuk tim koordinasi tingkat desa untuk melakukan pendataan.

“Dalam hal mengurangi angka kemiskinan, saya berharap agar seluruh stackeholder dapat bekerja sama, dan saling bahu membahu untuk mengatasi masalah ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekertaris Dinsos Bolmong Sofiyanto Mamonto, membeberkan jika pihaknya sudah mengantongi 200 nama untuk penerima UEP, yang tersebar di dua kecamatan.

“Untuk Kecamatan Lolak dan Sangtongbolang, masing masing ada 100 orang. Jadi total penerima ada 200 orang, dan masing masing penerima mendapat Rp2.500.000,” ungkapnya.

Kegiatan FGD ini turut dihadiri Kadis Sosial Provinsi Sulut dan para pserta FGD, yakni seluruh sangadi yang ada di kecamatan Lolak dan Sangtombolang, pendamping UEP, dan para penerima bantuan UEP, serta beberapa instansi teknis terkait.(agung)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button