Ini Jawaban Ulama Dr. Zakir Naik Saat Dituding Dukung Terorisme
Bolmora, Internasional – SIAPA yang tidak kenal Dr. Zakir Naik? Seorang ulama India, penulis dan da’i ahli perbandingan agama yang kerap menyampaikan dakwah lewat debat dan ceramah di seluruh dunia.
Menanggapi hal tersebut, ulama kelahiran India pada tanggal 18 Oktober 1965, dengan nama lengkap, Zakir Abdul Karim, angkat bicara mengenai tudingan beberapa media di India, yang menyebut dirinya mendukung terorisme. Tudingan media ini muncul paska adanya kabar bahwa pelaku pennyerangan dan penyanderaan di Bangladesh, yang menewaskan 20 orang, terinspirasi oleh ceramah Zakir.
Dalam sebuah video yang dirilis secara online, Zakir menyatakan sangat menentang terorisme, dan menyayangkan sikap media-media di India yang sangat memojokan dirinya. Ia mengaku terkejut saat mendapati kabar media-media di India menghubungkan dirinya dengan kelompok terorisme.
“Bagian yang dirilis oleh media-media India, dimana nama saya disebutkan telah menginspirasi untuk membunuh orang tidak bersalah, benar-benar tidak dapat diterima. Saya tidak pernah mendorong manusia untuk membunuh manusia lainnya. Tindakan kejahatan ini dari media India, mencoba untuk membuktikan kepada masyarakat, bahwa Dr Zakir Naik telah mendorong terorisme adalah sesuatu yang jahat. Saya mengutuk media yang menyebut saya mendorong aksi terorisme,” ucap Zakir dalam videonya, seperti dilansir Firstpost pada Kamis (21/7).
Selain itu, terkait kabar pelaku penyerangan Bangladesh terinpirasi olehnya, Zakir menuturkan, setiap orang yang mendengar ceramahnya mungkin akan semakin penasaran dengan Islam. Ketika mereka ingin tahu lebih dalam, mereka mungkin akan mencari sumber lain, atau pengkhotbah lain. Bukan tidak mungkin salah satu pengkotbah yang didengar oleh pelaku penyerangan memiliki paham radikal.
“Saya menginspirasi jutaan orang untuk dekat dengan Islam. Setelah seseorang datang lebih dekat dengan Islam, ada kemungkinan bahwa ia mulai mendengar pembicara lain. Seperti Anda ketahui, ada beberapa orang yang membelokan pemahaman seorang Muslim dan atas nama Islam, mereka mendorong umat Islam untuk membunuh orang yang tidak bersalah, yang benar-benar bertentangan dengan Alquran,” tuturnya.
Dikutip dari berbagai sumber
Editor : Ady



