Les Blues Kubur Ambisi Der Panser untuk Kawinkan Dua Tropy
BOLMORA, OLHRAGA – Ambisi Der Panser (julukan timnas Jerman) untuk mengawinkan dua tropy, yakni Tropy Piala Dunia 2014 dan Piala Euro 2016 pupus sudah, setelah kalah 0-2 dari tuan rumah Prancis pada laga big match semi final kedua yang digelar di Stade Velodrome, Marseille, Jumat (08/07/2016) dini hari WIB.
Kekalahan Bastian Schweinsteiger dan kawan-kawan sekaligus menghentikan kutukan tim Prancis selama 58 tahun tak pernah menang dari Jerman di pertandingan kompetitif, sejak 1958.
Dalam duel lapangan hijau tersebut, Prancis memang tak dominan dibanding Tim Panser Jerman yang tampil agresif sejak menit awal babak pertama. Namun, dua gol yang diborong Antoine Griezmann (menit 45+2 dan 72) sudah cukup mengirim pasukan racikan Didier Deschamps ini ke partai puncak melawan Portugal, di Stade de France Saint-Denis, Senin (11/7) dini hari WIB nanti.
Di Semi final Euro 2016 ini, Antoine Griezmann, benar-benar menjadi momok bagi lini pertahanan tim Panser. Tak disangka, penjaga gawang Jerman manuel Neuer dua kali memungut bola di gawang yang dijaganya.
Pun dua gol Antonine Griezmann, membuat pemain muda ini menjadi pahlawan dfi laga panas itu. Dengan hasil itu, skuad Les Blues bakal berhadapan dengan Portugal di partai grand final.
Diketahui sebelumnya, setelah dalam dua laga terakhir mendapatkan lawan yang bisa dibilang cukup mudah, tapi pada laga semi final kali ini lawan berat harus dihadapi tuan rumah Prancis. Menghadapi Jerman menjadi ujian sesungguhnya bagi skud Les Blues. Pasalnya, Jerman bukan hanya sebagai penyandang gelar Juara Dunia 2014, tapi mereka juga disebut oleh Didier Deschamps sebagai tim terbaik dunia dan salah satu kandidat juara EURO edisi tahun ini.
Perjuangan Prancis hingga sampai ke fase semi final terbilang tidak terlalu sulit. Setelah menyapu bersih dua laga dan meraih satu kali hasil imbang di fase penyisihan, timnas Prancis dengan mudahnya meyingkirkan Republik Irlandia lewat kemenangan 2-1 di 16 besar, dan kembali tampail ganas kala gunduli Islandia 5-2 pada babak perempat final.
Sementara itu Jerman sendiri yang datang sebagai jawara grup C juga mampu menunjukan performa yang impresiv. Total dua kali kemenangan dan satu kali hasil imbang mampu diraih skuad Der Panser di fase grup. Sebelum akhirnya tumbangkan Slovakia lewat kemenangan telak 3-0 di putaran perdelapan final. Barulah ujian sesungguhnya dialami Muller dan kawan-kawan kala jumpa tim unggulan Italia di abbak perempat final. Beruntungnya dewi fortuna lebih berpihak pada Jerman setelah sukses singkirkan Gly Azzuri lewat drama sengit adu penalti.
Berkaca dari sejarah head to head kedua kubu. Pertemuan terakhir kedua tim menunjukan Prancis jauh lebih perkasa dari Jerman. Terbukti di perjumpaan terakhir Novermber tahun lalu, skuad Ayam Jantan sukses gunduli armada Joachim Low lewat kemenangan 2-0 pada sebuah laga persahabatan. Itu artinya, nuansa balas dendam tak akan luput tersaji pada pertempuran kedua tim di EURO tahun 2016.
Jula beli serangan berlangsung sejak awal babak pertama. Baik Timnas Jerman maupun Timnas Prancis sama-sama memperagakan permainan terbuka dan saling serang.
Saat babak pertama sepertinya bakal berakhir tanpa gol, wasit Nicola Rizzoli menunjuk titik putih di masa injury time babak pertama, karena Bastian Schweinsteiger dianggap menyentuh bola dengan tangan saat duel udara dengan Patrice Evra. Griezmann yang maju sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya dengan baik. Tendangan kaki kirinya menipu kiper Timnas Jerman Manuel Neuer, sekaligus membawa Timnas Prancis mengakhiri babak pertama dengan keunggulan 1-0.
Memasuki babak kedua, Timnas Jerman yang ketinggalan satu gol tampil all out menyerang dan terus menekan pertahanan Timnas Prancis. Namun kiper Hugo Lloris tampil cemerlang dan berhasil menghalau semua peluang lawan.
Alih-alih menyamakan skor, Timnas Jerman justru kembali kebobolan pada menit-72 lewat aksi Griezmann. Berawal dari crossing Paul Pogba yang bisa ditepis Neuer, bola rebound sukses dicocor Griezmann menjadi gol. Skor berubah 2-0 dan bertahan hingga laga usai.
Pun kemenangan ini membuat Timnas Prancis bakal menantang Portugal dalam partai final Euro 2016 di Stade de France, Saint-Denis, Senin (11/7/2016) dinihari mendatang.
Line up:
Jerman: Neuer; Kimmich, Howedes, Boateng (Mustafi 61′), Hector; Can (Gotze 67′), Schweinsteiger (c) (Sane 79′); Ozil, Kroos, Draxler; Muller.
Prancis: Lloris (c); Sagna, Umtiti, Koscielny, Evra; Pogba, Matuidi; Sissoko, Griezmann (Cabaye 90′), Payet (Kante 71′); Giroud (Gignac 78′).
Dikutip dari berbagai sumber



