Kotamobagu

Detector di Paris Supermarket Bikin Oknum Security “Blunder”

Detector di Paris Supermarket Bikin Oknum Security “Blunder”

BOLMORA, KOTAMOBAGU — Oknum Security Paris Supermarket mendadak meminta harus menggeledah tas milik salah satu pengunjung. Namun setelah diperiksa ternyata tidak ditemukan satu pun barang yang diduga diambil dari Paris Supermarket. Di dalam tas hanya ada hanphone dan sejumlah uang milik ibu rumah tangga asal Kelurahan Mogolaing, yang bernama Siska Kapulu (44).

Siska pun mengaku malu saat keluar Paris Supermarket. Pasalnya, saat diperiksa oleh oknum Security, Siska jadi tontonan banyak orang.

“Saya merasa malu, meski tak ditemukan barang di tas saya. Saya tidak terima diperlakukan seperti ini,” ujar Siska, saat menghubungi wartawan Bolmora.com.

Menurutnya, kejadian itu pada Jumat (01/078/2016) siang, dirinya bersama teman-temannya sedang berbelanja di Paris Supermarket. Tapi karena barang yang dicarinya tidak ada di Paris, maka dia bergegas keluar melalui pintu bagian belakang. Alangkah kagetnya Siska, karena saat keluar tiba-tiba alat detector yang di pasang di pintu keluar berbunyi. Padahal, tak ada barang yang dibeli apalagi diambil dari dalam toko.

Meski tak terima tasnya diperiksa karena sudah menjadi tontonan warga, tapi Siska mempersilahkan tasnya digeledah.

“Yang ada di dalam tas saya hanya Handphone dan uang. Saya memang masuk ke Paris, tapi barang yang saya cari tidak ada,” kata Siska.

Tak sampai di situ, saat berada di rumah tas yang dibawanya malah disuruh jemput kembali oleh pihak Paris Supermarket untuk diperiksa kembali.

“Saya sangat keberatan waktu dituduh mengambil barang oleh pihak Paris Supermarket. Apalagi, waktu digeledah dan jadi tontonan banyak orang,” tambah Siska.

Sementara itu, Syafri Ade Lamaluta, suami dari Siska, mengaku sangat-sangat tidak terima atas perlakuan pihak security Paris Supermarket. Dia meminta pihak Supermarket Paris agar segera mengklarifikasi kejadian itu.

“Kalau dekector rusak harusnya diperbaiki. Lihat saja akibatnya, hanya membuat orang jadi malu. Padahal, tas tersebut biasa dibawa ke Mall dan Supermarket lainnya, tapi tidak seperti yang terjadi di Paris,” ungkap Lamaluta.

Terpisah, Humas Paris Supermarket Deny Mokodompit, ketika dikonfirmasi menjelaskan kejadian itu sudah dikonfirmasikan ke pihak petugas di Paris Supermarket, dan sudah menguji tas milik Siska.

“Meski milik tersebut kosong, tapi saat dilewatkan di pintu yang dipasang alat detector, masih tetap berbunyi. Kemungkinan tas milik Ibu Siska memiliki komponen yang menyebabkan alarm berbunyi,” jelas Denny.

Denny menambahkan, pihak Supermarket tidak bermaksud untuk mempermalukan pengunjung. Sebab, SOP yang diberlakukan di semua Supermarket, bahkan Mall sama.

“Jika alarm berbunyi , maka pihak security wajib melakukan pemeriksaan. Dan itu berlaku di semua Supermarket dan Mall,” pungkasnya.(mg-01/gun’s)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button