Di Seminar Nasional Alelo Ungkap Mengapa Banyak Individu dan Institusi Belum Memberikan Dampak Signifikan Melalui Riset

BOLMORA.COM, SULUT – Direktur Politeknik Negeri Manado (Polimdo), Dra. Maryke Alelo, MBA, di Seminar Nasional bertajuk “Meningkatkan Daya Saing Bangsa Melalui Inovasi Riset Pendidikan Vokasi yang Berdampak” yang dilaksanakan di Auditorium Prof. Tenda, Kamis (26/6/2025) menyampaikan pandangan kritis tentang mengapa banyak individu maupun institusi belum memberikan dampak yang signifikan melalui riset.
Ia menilai, salah satu penyebab utamanya adalah kecenderungan untuk selalu menyalahkan faktor eksternal, tanpa melihat ke dalam diri sendiri atau lembaga masing-masing.
“Sering kali kita merasa tidak berdampak karena selalu melihat masalah dari luar. Padahal, jika kita jujur, ada banyak hal internal yang harus kita benahi, baik secara pribadi maupun institusi,” ungkapnya.
Mareyke juga menyoroti sejumlah tantangan utama dalam dunia penelitian, mulai dari keterbatasan pendanaan hingga orientasi riset yang hanya mengejar formalitas. Ia menilai, banyak penelitian dilakukan semata-mata untuk memenuhi target administratif, seperti tuntutan BKAD atau publikasi jurnal, tanpa benar-benar memperhatikan kualitas dan relevansi hasilnya.
“Penelitian yang hanya mengejar publikasi, tanpa substansi yang kuat, tidak akan memberi dampak nyata. Ini yang harus kita ubah,” jelasnya.
Namun, ia menegaskan bahwa tantangan ini bukan hanya dialami Indonesia. Negara-negara maju pun menghadapi hal serupa. “Beberapa universitas ternama di Amerika Serikat bahkan mengalami pemotongan dana penelitian karena kebijakan internal yang kontroversial. Jadi, tantangan pendanaan itu bersifat global,” tambah Mareyke.
Menurutnya, kunci untuk menghadapi tantangan ini adalah mengubah keterbatasan menjadi peluang. Ia mendorong agar riset, khususnya di bidang vokasi, diarahkan pada hilirisasi dan penerapan langsung di masyarakat. Dengan demikian, hasil penelitian tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi bisa memberikan solusi nyata bagi kebutuhan publik dan dunia industri.
Ia juga menyoroti sistem pendanaan penelitian yang terbatas serta waktu pelaksanaan yang sempit. Meski begitu, ia mendorong para peneliti dan dosen untuk tidak menyerah, melainkan terus berinovasi dan mencari jalan keluar.
Selain itu, Mareyke menekankan pentingnya peran dosen dalam membimbing mahasiswa dalam kegiatan penelitian. “Dosen bukan hanya peneliti, tetapi juga pembimbing. Mahasiswa harus dilibatkan secara aktif dalam kelompok riset. Jangan biarkan mereka berjalan sendiri tanpa arahan. Ini penting untuk meningkatkan kualitas riset mahasiswa,” tegasnya.
Dengan semangat kolaboratif dan fokus pada kualitas, Mareyke berharap penelitian di lingkungan Polimdo tidak hanya menjadi rutinitas administratif, tetapi benar-benar membawa manfaat dan perubahan nyata bagi masyarakat luas.
(*/Jane)



