Gerakan Pangan Murah di Bolmong, 3 Ton Beras Medium Bulog Ludes Dalam 2 Jam
BOLMORA.COM, BOLMONG – Untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan bahan pokok, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) bersama Perum Bulog dan beberapa stakeholder lainnya menggelar Gerakan Pangan Murah di Desa Kinomaligan Kecamatan Dumoga Tengah Senin 26 Juni 2023.
Gerakan Pangan Murah itu dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dengan melibatkan 38 dinas provinsi serta 256 dinas di kabupaten dan kota yang mengurus urusan pangan, sekaligus mengikuti Launching Gerakan Pangan secara virtual. Tampak Ketua DPRD Bolmong Welty Komaling, Dandim 1303 Bolmong Letkol Inf Topan Angker ikut hadir di acara tersebut.
Gerakan Pangan Murah dibuka Penjabat Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) Limi Mokodompit yang dihadiri warga dari berbagai desa di Kecamatan Dumoga Tengah.
Menurut Limi, pemerintah daerah memberikan pelayanan terkait penanganan inflasi dalam rangka stabilitas harga.
“Semoga gerakan pangan murah ini tidak hanya bersifat insidental namun dapat, memberikan manfaat positif bagi warga Kabupaten Bolmong khususnya dalam upaya menekan angka inflasi akibat kenaikan kebutuhan bahan pokok,” kata Limi.
Kepala Perum Bulog Bolaang Mongondow, La Ode Suleman Ngkalusa mengatakan, adapun barang kebutuhan pokok yang dijual pada kegiatan Gerakan Pangan Murah ini diantaranya, 5 ton beras medium Rp 49.000/5 kg, 1 ton gula pasir Rp 13.500/kg, 600 liter minyak goreng kualitas premium Rp 18.500/liter, tepung terigu Rp 13.000/kg.
“Semua bapok langsung diburuh warga, yang paling laku adalah beras medium milik Perum Bulog Bulog, Beras dengan kemasan per 5 kilogram itu dibandrol demgan harga Rp 49.000 per pack,” kata Sulaeman.
Pantauan di lokasi yang berjualan beras seperti berjualan kacang laris manis, Dalam waktu 2 jam, beras sebanyak 3,5 ton ludes tanpa sisa.
“Jamin Dalam rangka suport kegiatan kitan menyediakan beras medium 5 ton,” ujarnya.
Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Bolmong I Wayan Mudiyasa menyampaikan, Gerakan Pangan Murah di Kabupaten Bolmong merupakan upaya Badan Pangan Nasional dalam rangka stabilitas pasokan dan harga pangan. Serta pengendalian inflasi dengan menggandeng stakeholder terkait antara lain dinas yang menangani urusan pangan BUMN Pangan, Petani, Peternakan, Poktan, Gapoktan dan pelaku usahan pangan lainnya. Selain itu untuk menyediakan pangan murah berkualitas kepada masyarakat dengan harga di bawa pasar.
Menurut Limi, Kabupaten Bolmong menjadi salah satu sentra lumvung beras serta hortikultura yang mengalami surplus hasil panen, sehingga pada saat inflasi Kabupaten Bolmong boleh dikata menjadi penyangga stok pangan untuk Kabupaten dan Provinsi lain, bebernya.
“Gerakan pangan murah sebagai pengendali atas situasi ,” ungkap Mudiyasa.
Gerakan Pangan Murah Lebih lanjut Mudiyasa menyebutkan, Dinas Ketahanan Pangan Bolmong telah menggelontorkan sebanyak 5 ton beras, 1 ton terigu, 1 ton gula pasir dan 500 liter minyak goreng.
Selain itu, pada Gerakan Pangan Murah ini juga ada diberikan bantuan peralatan pertanian kepada kelompok penerima pemanfaat pekarangan, serta bantuan sosial CPP kepada 10 keluarga penerima manfaat. (AD)



