Puluhan Karyawan PT Conch Gelar Aksi Mogok Kerja
BOLMORA.COM, BOLMONG – Puluhan karyawan PT Conch yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara (Sulut ), menggelar aksi mogok kerja di depan pintu masuk PT Conch, Kamis (17/6/2021).
Puluhan karyawan dibawa naungan Subcon PT Conch yakni PT Denka Lintas Indonesia melakukan aksi mogok kerja dengan memakai baju kerja berwarna merah dan orange membawa spanduk yang bertuliskan berbagai tuntutan mereka. Disalah satu spanduk tertulis “Investasi itu memdatangkan kesejahteraan bukan kesengsaraan”.
Ketua Umum Serikat Pekerja Bolmong Raya, Ali Sumaredi mengatakan, jika aksi ini dilakukan atas beberapa keluhan pekerja dari pihak perusahaan.
“Kami mendapatkan beberapa keluhan tentang berbagai hak yang tak diberikan kepada para pekerja. Mulai datri PHK sepihak sampai tidak menerima THR sesuai ketentuan,” tegasnya.
Pada intinya pihak perusahaan tidak menjalankan peraturan ketenagakerjaan, ada beberapa poin misalnya soal masalah status pekerja yang sampai saat ini tidak jelas, di mana mereka itu bekerja sebagai buruh harian lepas.
“Sebenarnya perusahaan kalau mengacu kepada peraturan perundang-undangan walaupun sekarang sudah ada Undang-Undang Cipta Kerja, tapi perusahaan ini kan beroperasi sebelum adanya UU Cipta Kerja, berarti dari awal pelaksana hak-hak operasional itu harus mengacu pada UU Ketenagakerjaan nomor 13 tahun 2003, turunan dari aturan itu ada aturan dari Kemenaker nomor 19 tahun 2012,” ucapnya.
Menurutnya, perusahaan alih daya itu seharusnya hak dan kesejahteraan pekerja itu harus paling minimal sama sengan perusahaan yang bukan alih daya.
“Kami hanya ingin hak kami para pekerja. Karena kewajiban sebagai pekerja sudah dijalankan, hak pun harus diterima sesui pekerjaan,” jelasnya.
Ia menambahkan jika aksi mogok ini adalah bentuk protes terhadap ketidakadilan perusahaan.
“Kami meminta agak pihak perusahaan bersikap adil pada pekerja,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolsek Bolaang Iptu Sugiyanto mengatakan jika mogok kerja ini berlangsung dengan kondusif.
“Tidak ada gesekan, semuanya berjalan lancar,” tegasnya.
(Agung)



