Beberapa Hal Penting Disampaikan Herson pada Rapat Kerja Bersama Kementerian Desa-PDTT

0
14
Beberapa Hal Penting Disampaikan Herson pada Rapat Kerja Bersama Kementerian Desa-PDTT
Anggota Komisi V DPR RI Hi. Herson Mayulu,saat menyampaikan beberapa hal penting dalam rapat kerja bersama Kementerian Desa-PDTT
Advertisement

BOLMORA.COM, JAKARTA – Komisi V DPR RI menggelar rapat kerja dengan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT), beserta jajaran.

Rapat kerja yang digelar di ruang kerja Komisi V Gedung Nusantara DPR RI, Senayan Jakarta, Rabu (3/6/2021) itu,membahas Pembicaraan Pendahuluan RKA K/L dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun Aanggaran 2022.

Raapat kerja yang dibuka dan dipimpin langsung oleh Ketua Komisi V Lassarus itu,dihadiri oleh segenap Anggota Komisi V DPR RI, baik secara virtual maupun secara fisik. Salah satunya Legislator Asal Sulut Hi. Herson Mayulu.

Dalam penyampaiannya, Hi. Herson Mayulu memberikan pandangan serta pokok-pokok pikiran. 

Herson juga mengapresiasi kinerja Kementerian Desa-PDTT, mulai dari pusat sampai daerah.

Herson juga menyoroti Pagu Indikatif untuk Taun Aanggaran 2022, yang menurutnya ada kenaikan dibanding Tahun Aanggaran 2021.

“Pagu Indikatif tersebut masih sangat kecil jika dilihat dari berbagai harapan yang ingin dicapai, melalui kerja dan program Kementerian Desa-PDTT pada tahun 2022,” katanya.

Menurutnya, jika dilihat dari Indeks Desa Membangun (IDM) dari tahun ke tahun, ada kemajuan terkait status desa.  

“Ini merupakan trend positif. Status desa mandiri di pertengahan tahun 2021 mencapai 2,924 desa . Sementara desa berkembang, dari 12.912 di pertengahan tahun 2021 ini, sudah mencapai 13.395 desa. Begitu juga dengan desa tertinggal dan sangat tertingal, yang setiap tahunnya semakin berkurang . Olehnya, hal ini harus menjadi perhatian. Sehingga, dari tahun ke tahun angka dan status desa akan terus meningkat, dinamis dan baik,” pungkas Herson.

Di sisi lain, politisi senior PDI Perjuangan ini menyoroti kinerja dan kesejahteraan para TPP (Tenaga Pendamping Profesonal ). Dia berharap agar kinerja TPP yang bekerja baik supaya diberikan reward (penghargaan) dari Kementerian Desa-PDTT, dan terus memperhatikan kesejahteraan mereka melalui gaji/honorarium yang seimbang dengan tugas dan tanggung jawab mereka di desa.

“Begitu juga sebaliknya, evaluasi harus terus dilakukan kepada para TPP/pendamping yang kurang aktif dan kurang berprestasi ( kurang baik). Saya minta agar Menteri Desa-PDTT segera melakukan penggantian kepada beberapa tenaga TPP yang sudah tidak aktif lagi, atau sudah mundur ,” tegas Herson.

Dalam kesempatan itu juga, mantan Bupati Bolsel dua periode ini juga menyoroti soal BUMDes (Badan Usaha Milik Desa), yang perlu menjadi perhatian serius semua pihak khususnya Kementerian Desa-PDTT.

Kata dia, walaupun secara regulasi baik Undang-undang dan peraturan desa sudah ada di tingkat bawah, namun tetap harus dipikirkan kedepannya BUMDes ini mau di bawah ke mana.

“Ke depan jangan ada lagi BIMDes yang dikelola usahanya atau diarahkan seperti Koperasi Pobi , sementara kita tahu bersama yang menjadi momok pengelolaannya adalah sering macet. Sehingga, akan berpengaruh terhadap kelangsungan usaha BUMDes itu sendiri. Harusnya pengelolaan BUMDes bukan seperti itu role modenya . Untuk itu, ke depan Kementerian Desa-PDTT harus menyusun pola dan strateginya. Agar, BUMDes di setiap desa bisa mandiri sesuai dengan potensi yang ada di desa masing-masing,” cetus Herson. 

Pun demikian, Herson mengapreaiasi bantuan Kementerian Desa-PDTT kepada desa wisata di Provinsi Sulut, yang  sementara digalakan dan dijalankan .

“Saya minta agar pada tahun 2022 anggaran dan lokus desa wisata ditambahkan serta ditingkatkan. Karena, sesuai yang tertera dalam pagu indikatif Tahun Aanggaran 2022, ada kurang lebih 100 lokus desa wisata yang ditata anggarannya. Aya pikir ini bagus untuk kemajuan desa ke depan,” pungkas H2M (singkatan nama Hi. Herson Mayulu).

(*/Gnm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here