Giliran Masyarakat di Kecamatan Pinolosian Timur Menerima BLT Dandes Tahap Dua
BOLMORA.COM, BOLSEL – Pemerintah Kabupaten Bolsel (Bolaang Momngondow Selatann) terus konsisten dan peduli kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, dengan terus melakukan penyaluran BLT (Bantuan Langsung Tunai) yang berasal dari Dandes (Dandes).
Kamis (25/6/2020), giliran masyarakat di enam desa yang tersebar di Kecamatan Pinolosian Timur menerima BLT tahap dua.
Penyaluran BLT tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Iskandar Kamaru dan Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid, didampingi sejumlah pejabat, camat, para kepala desa dan Korkab (Koordinator Kabupaten) P3MD Bolsel Lucky Chandra Makalalag, serta para tenaga ahli dan pendamping desa.
Meski di tengah guyuran gerimis hujan, namun tak menyurutkan semangat dua top eksekutif daerah religius ini, untuk terus door to door menyambangi rumah-rumah warga untuk menyalurkan langsung BLT secara simbolis.
Adapun desa-desa yang dikunjungi langsung masing-masing Desa Tobayagan, Tobayagan Selatan, Mataindo, Dumangin A, Desa Pidung, dan Onggunoi Selatan.
Bupati Iskandar Kamaru mengatakan, yang berhak menerima BLT Dandes adalah keluarga miskin atau tidak mampu yang berdomisili di desa bersangkutan.
“Selain itu, harus dipastikan bahwa calon penerima bansos BLT ini tidak termasuk ke dalam penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, dan Kartu Prakerja,” ungkapnya.
Adapun besaran BLT Dandes yang diberikan kepada setiap KPM (keluarga penerima manfaat) adalah sebesar Rp600 ribu, yang disalurkan dalam tiga tahap.
“Jadi, besaran nominal BLT Dandes yang diberikan kepada masyarakat terdampak pandemi covid-19 sebesar Rp 1,8 juta per KPM, yang disalurkan selama tiga bulan atau tiga tahap,” kata Iskandar.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan harapan dan imbauan kepada masyarakat agar senantiasa mengikuti anjuran pemerintah.
“Insha Allah daerah kita salah satu daerah yang akan menerapkan tatanan normal baru atau new normal. Sehingga kita dapat beraktivitas kembali. Karena sejak 4 bulan terakhir kita tidak dapat melaksanakan kegiatan dengan leluasa,” ujarnya.
Pun terkait dengan akan diberlakukan new normal selama masa pandemi Covid-19, bupati low profile ini meminta agar masyarakat tidak memandang ini sebagai kebebasan untuk melakukan semua kegiatan seperti sedia kala, melainkan kembali melakukan aktivitas sehari-hari dengan pola yang baru.
“Jadi, sekalipun diberi kelonggaran oleh pemerintah, saya imbau agar masyarakat harus tetap menjalankan protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19, termasuk dalam hal beribadah,” pesan Iskandar.
(Gnm)


