Basarnas Terus Lakukan Pencarian Warga Bolsel yang Hilang Saat Perjalanan Pulang dari Tambang

0
747
Basarnas Terus Lakukan Pencarian Warga Bolsel yang Hilang Saat Perjalanan Pulang dari Tambang
Tampak Tim Sar saat melakukan koordinasi

BOLMORA.COM, SULUT – Minggu (21/6/2020), Basarnas Manado mendapat laporan adanya warga Desa Adow, Kecamatan Pinolosian Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Sulawesi Utara (Sulut), yang hilang.

Berdasarkan informasi yang diterima, Hasan Wahiji (33) hilang sejak Jumat (19/6/2020), dalam perjalanan pulang dari lokasi tambang emas.

Adanya laporan tersebut, Kepala Kantor Basarnas Manado Suhri Sinaga, langsung memerintahkan UPT Basarnas Manado di Kota Kotamubagu untuk mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan, untuk mempercepat pencarian.

Pun koordinator pos siaga Kota Kotamobagu Nuryadin Gumeleng, langsung bergerak ke lokasi dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat, keluarga korban dan teman-teman Hasan.

Menurut pengakuan teman-temannya, saat perjalanan pulang, Hasan meminta izin sebentar untuk ke sungai. Namun setelah ditunggu beberapa jam, Hasan tidak kunjung datang. Merekapun langsung melakukan pencarian di sekitar sungai, tapi tak menemukannya.

Bahkan keluarga korban, masyarakat dan pemerintah setempat sudah melakukan pencarian selama selama tiga hari, tapi tidak membuahkan hasil dan tidak menemukan adanya tanda-tanda di mana Hasan berada.

Tim Sar Gabungan, seperti Basarnas, Polisi, keluarga korban, masyarakat dan pemerintah setempat, bersama koordinator pos Kota Kotamobagu langsung membagi beberapa tim dan memperluas pencarian yang dimulai dari TKP agar proses pencrian berjalan masimal dan segera menemukan korban.

“Korban saat ini masih dalam proses pencarian, mudah-mudahan cepat ditemukan,” ungkap Kepala Kantor Basarnas Manado Suhri Sinaga, Senin (22/6/2020).

Diapun mengimbau kepada tim di lapangan agar memperhatikan safety-nya, dan menjaga kekompakan selama pencarian. Yang tidak kalah pentingnya menjaga kesehatan, dikarenakan cuaca saat ini berubah-ubah. Sehingga, kondisi fisik mudah sekali turun.

“Untuk tim tetap semangat. Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Sulut, apabila melihat ada yang membahayakan jiwa manusia supaya secepatnya dilaporkan kepada kami. Kami di Sulut ada beberapa pos, seperti di Amurang, Tahuna, Kota Kotamubagu, Malalayang, Pelabuhan Munte dan Kantor Pusatnya di Sulut, yang berlokasi di Minahasa Utara (Mitra),” terang Suhri.

Menurutnya, banyak kasus yang membahayakan jiwa manusia yang pelaporannya telambat, nanti beberapa hari kejadian baru dilaporkan.

“Kami akan proses sesuai aturan, asal tidak lebih dari tujuh hari kejadian baru dilaporkan. Sebab jika seperti itu, akan membuat kami kesulitan untuk melaksanakan pencarian. Buat Tim Sar gabungan semangat terus, dan jangan sampai kendor,” imbuhnya.

(Tim Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here