Hasil Swab Test PDP Meninggal di RS Pancaran Kasih Dinyatakan Positif Covid-19
BOLMORA.COM, SULUT – Masih ingat dengan seorang PDP (Pasien Dalam Pengawasan) asal Kelurahan Ketang Baru, Kecamatan Singkil, Kota Manado, Sulut (Sulawesi Utara) yang meninggal pada Senin 1 Juni 2020 lalu di RS (rumah sakit) Pancaran Kasih?. Pasien yang meninggal tersebut dinyatakan positif Covid-19, berdasarkan hasil swab test.
Hal tersebut dibenarkan Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulut dr. Steaven Dandel, ketika dikonfirmasi Tim Redaksi Bolmora.Com.
“Iya benar salah satunya,” singkat Dandel.
Pasien yang dimaksud Dandel adalah kasus 469, laki-laki berusia 52 tahun asal Manado, yang sebelumnya PDP di RS Manado. Meninggal Dunia tanggal 1 Juni 2020
Baca: Ini Rincian 79 Kasus Baru Positif Covid 19 di Sulut 6 Juni 2020
Dalam pemberitaan sebelumnya, di antara 79 pasien yang baru terkonfirmasi positif Sabtu (6/6/2020) hari ini, ada dua yang sudah meninggal, yaitu kasus 397, seorang laki-laki 80 tahun, asal Minahasa Kontak Erat Resiko Tinggi (KERT) dengan kasus 151, dan meninggal 25 Mei 2020, serta kasus 469, juga seorang laki-laki berusia 52 tahun asal Manado, yang sebelumnya PDP di RS Manado, meninggal dunia pada 1 Juni 2020.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado Ivan Sumenda Marthen, juga membenarkan PDP yang meninggal Senin lalu di RS Pancaran Kasih dinyatakan positif Covid-19.
Untuk itu, pihaknya berencana akan melakukan rapid test massal di Kelurahan Ketang Baru.
“Sebelumnya kita akan melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama, baru melakukan advokasi kepada masyarakat, supaya ketika dilakukan rapid test, bisa diterima. Karena, bisa jadi Ketang Baru akan menjadi klaster baru Covid-19,” ungkap Ivan.
Nantinya, juga akan dilakukan pemetaan klaster baru sebelum dilakukan rapid test. Sebab, Ketang Baru sudah tidak bisa dilakukan tracing karena kotak erat sudah banyak.
“Sehingga itu harus dilakukan rapid test massal. Tentunya dalam melakukan rapid test massal kami meminta dukungan masyarakat, untuk bekerja sama memutus mata rantai Covid-19 di Kota Manado. Sangat berharap masyarakat mau melakukan rapid test,” imbuh Ivan.
Sekadar diketahui pada Senin 1 Juni 2020 lalu, publik dihebohkan dengan video vilar yang beredar di medsos maupun di kalangan masyarakat luas. Dalam video tersebut, massa mendatangi RS Pancaran Kasih, dan dengan paksa masuk ke dan mengambil jenazah salah seorang yang berstatus PDP asal Kelurahan Ketang Baru, yang sebelumnya dirawat di rumah sakit tersebut. Penyebabnya, keluarga protes jika proses pemakaman jenazah diperlakukan dengan standar SOP protokol Covid-19.
Setelah berhasil diambil dari rumah sakit, jenazah kemudian dibawa ke rumah dan dikebumikan tidak dengan protokol Covid-19, yang saat itu melibatkan ratusan masyarakat.
Pun pada Sabtu (6/6/2020), PDP tersebut dinyatakan positif Covid-19, berdasarkan pemeriksaan swab test yang baru keluar.
Editor: Gunady



