Praktik Jual Beli Lapak di Pasar Senggol Terungkap
BOLMORA, KOTAMOBAGU – Suasana Pasar Senggol di Desa Poyowa Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan, yang mulai dipadati pengunjung mendadak ricuh, Minggu (18/6/2017) tadi malam.
Hal tersebut terjadi karena mulai terungkapnya praktik jual beli lapak yang dilakukan oleh oknum yang mengunakan kesempatan untuk meraup keuntungan sepihak, sehingga membuat panitia Pasar Senggol turun menyelidikinya.
“Hasil penelusuran kami, ternyata lapak yang Pemkot sediakan dengan hanya memungut biaya retribusi Rp130.000, diperjual belikan hingga jutaan rupiah,” ujar Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kota Kotamobagu Rio Lombone.
Pun demikian dengan Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Herman Aray, selaku sekretaris panitia Pasar Senggol, langsung menelusuri satu persatu lapak yang diduga diperjual belikan.
“Ternyata ada praktik jual beli lapak, mereka mendaftar di Disdagkop-UKM hanya membayar Rp130.000, dan menjual kembali lapak tersebut dengan harga tinggi. Tapi kami bersyukur, hal ini cepat terungkap supaya belum banyak pedagang yang menjadi korban,” terang Aray.
Menurutnya, para oknum tersebut ada juga yang merupakan orang dalam.
“Ada oknum bernama Eman, sopir mobil kebersihan di Dinas kami. Dia mendaftarkan diri untuk berjualan dengan mengambil tiga lapak, tapi ternyata dia menjualnya kembali kepada Haji Rustam Mopangga, dengan harga Rp1 juta per lapak. Laporan sudah kami terima, dan oknum tersebut akan kami tindak. Bahkan dia juga terancam akan dipecat dari honor sebagai sopir,” jelas Aray.
Dia juga mengatakan, di Pasar Senggol tidak ada pungli, jika kedapatan silakan langsung melapor.
“Kita membuka nomor telepon pengaduan. Jika ada oknum-oknum yang berani mengambil keuntungan menjual lapak dengan harga tinggi, kami akan tindaki dan lapak tersebut akan kami isi dengan pedagang yang masuk daftar tunggu,” tegas Aray.(me2t)



