Kotamobagu

Ini Rentetan Pro Kontra Pengelolaan Pasar Senggol atau Bazar Ramadhan

Ini Rentetan Pro Kontra Pengelolaan Pasar Senggol atau Bazar Ramadhan

BOLMORA, KOTAMOBAGU – Pengambil-alihan Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu untuk mengelola Pasar Senggol atau Bazar Ramadhan terus menui protes pemuda dan elemen masyarakat kelurahan Gogagoman. Tak tanggung-tanggung, proses kegiatan pemasangan kanopi oleh Pemkot, Sabtu (25/06/2016) siang tadi, dihentikan oleh sekelompok pemuda yang mengatasnamakan elemen pemuda Gogagoman. Pun hingga berita ini diturunkan kegiatan pemasangan kanopi masih terhenti. Padahal, kegiatan tahunan ini sudah akan dibuka, Senin (27/06/2016) awal pekan depan.

Data yang dirangkum tim Bolmora.com, aksi protes elemen pemuda Gogagoman berawal saat Pemkot Kotamobagu berencana mengambil alih pengelolaan Pasar Senggol, yang saat ini oleh Pemkot dirubah istilah menjadi Bazar Ramadhan. Pasalnya, di tahun-tahun sebelumnya, Pasar Senggol dikelola oleh pemuda dan elemen masyarakat Kelurahan Gogagoman Kecamatan Kotamobagu Barat. Namun di tahun 2016 ini, Pemot Kotamobagu berinisiatif untuk mengambil alih pengelolaannya, tentu dengan beberapa alasan.

Ketidakpuasan pemuda Gogagoman semakin memuncak dikala mendengar hasil pertemuan antara Pemkot Kotamobagu dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompida), yang digelar di aula kantor wali kota, Kamis (23/06/2016). Hasil pertemuan tersebut pengelolaan Bazar Ramadhan atau Pasar Senggol tetap diambil alih oleh Pemkot.

Protes pemuda Gogagoman rupanya berlanjut ke gedung DPRD Kotamobagu, Jumat (24/062016). Mereka menuding hasil pertemuan di aula kantor wali kota itu tidak relevan. Terlebih tidak melibatkan perwakilan pemuda maupun elemen masyarakat Gogagoman.

Dalam aksi protes di gedung DPRD yang diterima langsung ketua DPRD Ahmad Sabir, dan beberapa anggata DPRD lainnya tersebut, sekelompok pemuda Gogagoman di bawah pimpinan Sofyan Bede, mengungkapkan ketidakpuasan mereka soal pengambil alihan Pasar Senggol oleh Pemkot Kotamobagu. Mereka sangat menyayangkan sikap Pemkot yang tidak memberikan peran kepada pemuda terkait aktivitas Bazar Ramadhan tersebut.

Pihak DPRD pun berupaya melakukan mediasi dengan memberikan saran sebagai upaya menetralisir keadaan yang semakin memanas. Namun upaya mediasi tanpa dihadiri Ketua Panitia Bazar Ramadhan Herman Aray, yang dimulai pukul 13.20 Wita hingga menjelang salat Maghrib tersebut tidak menemukan titik temu antara Pemkot dan Masyarakat Gogagoman.

Proses dialog atau mediasi yang melibatkan kedua belah pihak tersebut dilanjutkan usai salat Taraweh, hingga menghasilkan 4 poin pengajuan saran oleh DPRD, yang dibacakan oleh anggota Fraksi Golkar Fachrian Mokodompit, dan turut didengar oleh Waka Polres Bolmong Kompol Nanang Nugroho SIK, Kapolsek Urban Kotamobagu Kompol Effendy Tubagus SSos, Kabag Ops Polres Bolmong Kompol Apri Wibowo, Ketua DPRD Ahmad Sabir, dan anggota Komisi II, serta Asisten II Pemkot Kotamobagu Gulimat Mokoginta dan warga peserta mediasi.

Menurut Ketua DPRD Ahmad Sabir, dasar pengajuan saran tersebut akan dilakukan kembali mediasi antara kedua belah pihak, pada Sabtu (25/06/2016).

“Pengajuan saran ini bersifat sementara, sambal menunggu keputusan hasil mediasi yang akan digelar kembali Sabtu besok (hari ini),” kata Sabir.

Adapun isi 4 poin pengajuan saran tersebut sebagai berikut :

  1. Diberikan kesempatan kepada Pemkot Kotamobagu dan warga yang hadir pada mediasi untuk  mencari jalan keluar, dengan mempertimbangkan.

(a). Pemkot Kotamobagu sebagai penanggung jawab wilayah kota dan masyarakat mempunyai kewajiban memperhatikan kondisi sosial ekonomi masyarakat dalam pengelolaan Pasar Senggol atau Bazar Ramadhan.

(b). Bahwa Pasar Senggol di Gogagoman sejak berlangsung pada sekitar tahun 1986, hingga saat ini diorientasikan mendukung terselenggaranya fasilitas umum masyarakat Gogagoman berupa Masjid, lapangan Mihram dan sebagainya.

(c). Selanjutnya kebijakan pemerintah untuk mengelola pendampingan Pasar Senggol perlu diperhatikan dalam kerangka dan semangat aturan perundang-undangan yang berlaku.

(d). Memperhatikan kondisi kearifan lokal, ekonomi lokal pemuda Gogagoman. Untuk itu dapat berpartisipasi dalam penyelengaraan Pasar Senggol secara bertanggung jawab.

  1. Saran ini agar dalam waktu singkat dapat ditindak lanjuti Pemkot, pihak lainnya dan warga.
  2. Selama dalam proses ini, pemerintah dan masyarakat wajib menjaga stabilitas keamanan. Apalagi bulan Ramadan sedang berlangsung.
  3. Diwaktu yang akan dating Pemkot Kotamobagu mempunyai kewajiban untuk membuat format penyelenggaraan yang lebih baik dalam pengelolaan Pasar Senggol, untuk kepentingan seutuhnya pemerintah dan warga masyarakat umumnya.

Sementara itu, pemuda Gogaoman yang diwakili Sofian Bede, juga menyampaikan saran berupa pembagian lokasi yang belum terisi.

“Kami mengusulkan agar jalan Bolian dan Bumbungon dapat dipertimbangkan, karena itu tidak dipakai Pemkot. Jika usul kami ini bisa diterima, maka pihak pemuda Gogagoman akan membuka lapak Pasar Senggol di tempat itu, tanpa mengganggu Bazar Ramadan Pemkot Kotamobagu,” cetus Sofian.

Rupanya, proses mediasi yang dilakukan kembali, pada Sabtu (25/06/2016) siang tadi, masih belum menemui kata sepakat antara Pemkot dan pemuda Gigagoman. Alhasil, warga terus melakukan aksi protes dan berupaya menghentikan pemasangan kanopi di lokasi Bazar Ramadhan, usai melakukan pertemuan di gedung DPRD.

Pantauan tim Bolmora.com di lokasi, suara-suara protes dari sekelompok pemuda Gogagoman terus menggema. Sebab, beberapa usul yang disampaikan belum menghasilkan jawaban dari Pemkot. Mereka meminta pihak Pemkot untuk menghentikan proses pemasangan kanopi. Bahkan, meminta wali kota untuk turun langsung ke lokasi Bazar Ramadhan.

“Kami meminta agar sebelum ada keputusan, pihak Pemkot jangan melanjutkan kegiatan pemasangan kanopi. Wali Kota harus hadir di tempat ini agar dapat mendegarkan langsung aspirasi kami,” cecar Sofian.

Terpisah, Kepala Disperindagkop-PM Herman Aray, diwawancarai sejumlah awak media menegaskan akan menyampaikan hala ini kepada wali kota untuk segera melakukan perundingan agar menghasuilkan solusi yang tidak merugikan kedua belah pihak.

“Kita masih akan melakukan pertemuan dengan wali kota untuk membicarakan persoalan ini. Mudah-mudahan sebentar sudah ada solusinya,” kata Herman.

Dalam kondisi yang sedikit memanas tersebut, tampak puluhan aparat dari Polsek Urban Kotamobagu, dibantu aparat dari Polres Bolmong bersiaga di lokasi.

Di tempat terpisah, ketua DPRD Ahmad Sabir mengatakan, pihaknya akan terus memfasilitasi pertemuan antara Pemkot dan pemuda Gogagoman hingga menghasilkan jalan keluar.

“Kita akan terus memfaslitasi soal tarik menarik pengelolaan Pasar Senggol atau Bazar Ramadhan ini. DPRD sudah meminta agar rekomendasi soal pengelolaannya agar dikaji kembali,” ujar Sabir.

Sementara, dikabarkan Sabtu (25/06/2016) malam ini, Pemkot akan melakukan pertemuan untuk membahas persoalan pengelolaan Pasar Senggol atau Bazar Ramadhan. Namun, hingga berita ini dipublis pertemuan yang digelar di Kantor SatPol-PP Pemkot Kotamobagu itu masih sedang berlangsung dan belum menghasilkan solusi.(tim bolmora)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button