Ekonomi & Bisnis

Harga Sejumlah Bahan Pangan Mulai Merangkak Naik

Harga Sejumlah Bahan Pangan Mulai Merangkak Naik

Pemerintah Diminta Lakukan Intervensi Pasar

Bolmora, Ekbis – Sejumlah bahan pokok mulai merangkak naik memasuki pertengahan bulan puasa Ramdhan 1437 Hijriyah, tahun 2016.

Hasil investigasi pasar yang dilakukan tim Bolmora.com, meski belum semua harga bahan pokok mengalami kenaikan namun jerit keluh masyarakat sudah mulai tampak. Seperti yang terlihat di Pasar Serasi dan Pasar 23 Maret, Senin (21/06/2016) siang tadi. Sejumlah masyarakat yang ditemui mengaku mulai berhitung untuk berbelanja kebutuhan bahan pangan sehari-hari.

“Iya, sejunlah bahan pangan mulai naik. Seperti sayuran dan rempah-rempah. Bahkan, harga daging saja sudah tembus Rp120 ribu perkilogram,” aku Ida, ibu rumah tangga asal Sinindian.

Hal yang sama dikatakan Ulan, warga Kelurahan Mogolaing. Dia mengatakan, harga sembako di pasar mulai tinggi, seperti harga bawang merah, bawang putih, cabai, telur, minyak goreng, dan komoditas lainnya.

“belum apa-apa harga barang-barang sudah mulai naik. Padahal ini baru pertegahan puasa, apalagi kalua sudah menjelang lebaran nanti,” kalunya.

Nunu, salah satu pedangang barito (bawang rica tomat) dan rempah-rempah di Pasar Serasi menjelaskan, awal bulan puasa sejumlah bahan pokok naik, tapi sempat mengalami penurunan. Namun sekarang, memasuki pertengahan puasa harga kembali naik.

“Memang awalnya harga bawang merah sempat turun dikisaran Rp35 ribu, tapi sekarang naik lagi menjadi Rp 45 ribu per kilogram. Bawang putih melonjak sampai Rp5 ribu-an, dari harga sebelumnya Rp35‎ ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram,” ungkap Nunu.

‎Sementara, untuk harga cabai rawit merah mengalami kenaikan dikisaran Rp30 ribu-Rp 35 ribu per kilogram, harga jual telur masih Rp20 ribu-Rp 22 ribu per kilogram. Sedangkan harga minyak goreng naik Rp500-Rp1.000 per kilogram dengan harga Rp12 ribu sampai dengan Rp13 ribu per kilogram.

Nunu menduga, kenaikan harga ini disebabkan tiga faktor. Pertama, masalah pasokan dan permintaan. Kedua, ada unsur kesengajaan atau penimbunan dari beberapa pihak, karena pasokan cukup tapi barang di pasar kurang. Faktor ketiga, terjadi penimbunan pribadi yang dilakukan masyarakat dan pedagang karena ada kepanikan kelangkaan bahan pokok menjelang lebaran nanti.

“Kayak bawang putih harganya melonjak signifikan, karena selain impor, juga ada permainan. Masyarakat juga sering melakukan aksi borong sembako lebih banyak, takut harga makin naik dan barang kosong, jadi ditimbun pribadi karena panik,” urai Nunu.

Dengan kenaikan harga tersebut masyarakat meminta pemerintah agar segera melakukan intervensi pasar dalam rangka stabilisasi harga saat puasa dan Lebaran. Jika tidak, dikhawatir akan terjadi kenaikan harga lebih parah di tiga hari menjelang Lebaran, di mana saat puncak harga terjadi.

“Kalau harganya tidak diredam, kami khawatir di H-3 menjelang lebaran saat puncak harga, akan terjadi kenaikan harga ‎gila-gilaan,” imbuh Rismanto, warga Mogolaing, saat dimintai tanggapan.

Tim Bolmora.com

 

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button