Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin!

Kotamobagu

Ini Kata Humas Paris Supermarket Soal Kotoran Tikus di Rak Pajangan

Ini Kata Humas Paris Supermarket Soal Kotoran Tikus di Rak Pajangan

Bolmora, Kotamobagu – Tampaknya, Humas Paris Supermarket Kotamobagu Denny Mokodompit, sedikit terusik dengan pemberitaaan sejumlah media cetak maupun online yang memuat tentang temuan kotoran tikus yang menumpuk di rak pajangan, maupun temuan sejumlah produk yang sudah kadaluarsa, saat petugas Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Penanaman Modal (Disperindagkop-PM), didampingi Dinas Kesehatan, dan DP4K-KP Kotamobagu melakukan inspeksi mendadak (Sidak) makanan dan minuman kadarluasa, di Paris Supermarket, Kamis (16/06/2016) pekan lalu.

Melalui akun Facebooknya, Demo sapaan akrab Denny Mokodompit, mengaklarifikasi soal temuan kotoran tikus yang ditemukan di belakang rak pajangan makanan dan minuman kemasan/kaleng itu.

Diakui Demo, memang betul saat pemeriksaan Disperindag di Paris Supermarket ditemukan kotoran tikus di belakang pajangan susu kaleng. Namun, saat diberitahukan kepada karyawan, langsung dibersihkan karena hanya beberapa butir.

“Tidak menumpuk, karena setiap malam jelang tutup toko, karyawan langsung membersihkan konter pajangan masing-masing,” kata Demo.

Dipastikan, kotoran tikus ada karena terjadi pada malam hari sebelumnya, dan belum sempat dibersihkan pada pagi hari. Sebab, saat datang ke toko pada pagi hari karyawan langsung menjalani aktivitas pelayanan kepada konsumen, sehingga tidak sempat melihat kotoran itu. Apalagi, berada di belakang konter atau rak pajangan. Makanya, saat pemeriksaan oleh petugas gabungan dari Pemkot Kotamobagu, yang melakukan pemeriksan sampai di sudut-sudut  belakang konter dengan menggunakan senter, ditemukan ada kotoran tikus.

“Kami menghormati ketelitian itu, dan mengakui adanya beberapa butir kotoran tikus, tapi itu bukan disengaja. Sebab, setiap jelang tutup toko, konter-konter  langsung dibersihkan. Jadi kotoran tikus itu terjadi pada malam harinya, saat tutup toko, sehingga keesokan harinya langsung ditemukan oleh petugas Disperindag. Kalaupun petugas gabungan itu tidak melakukan pemeriksaan, dipastikan kotoran tikus itu akan ditemukan dan dibersihkan oleh petugas konter, karen pada malam hari jelang tutup toko, semua konter wajib dibersihkan,” jelasnya.

Terkait persoalan produk kadaurasa, jenis susu kaleng/dos pada pajangan, Demo juga mengaku benar adanya. Kata dia, memang masih terdapat satu dos yang expire (Mei 2016), dan sudah dipisahkan oleh karyawan untuk tidak dijual, tapi langsung dijadikan temuan oleh Disperindag.

Meski demikian, Demo berterima kasih kepada tim gabungan Pemkot yang telah melakukan pemeriksaan sampai di sudut-sudut belakang konter dagangan dengan menggunakan senter.

“Insya Allah, hal yang sama dilakukan juga di semua pertokoan yang ada di Kotamobagu, supaya lebih baik. Kami memaklumi kejadian itu, karen dari ratusan ribu jenis dagangan dalam bangunan Paris Supermarket, dengan luas ribuan meter persegi, bisa saja ada tikus yang bersembunyi di sudut-sudut ruang, dan belum sempat dibasmi. Insya Allah, ke depan kajdian seperti itu tidak terjadi lagi,” pungkas Demo.

Untuk diketahui, pada Kamis (16/06/2016), petugas gabungan yang melibatkan tiga instansi, masing-masing Dispeindagkop-PM, Dinas kesehatan dan DP4K-KP Kotamobagu, melakukan Sidak makanan kadarluasa di sejumlah toko yang ada di Kotamobagu. Di  Paris Supermarket, petugas menemukan sejumlah makanan dan minuman kemasan yang sudah kadaluarsa dan tak layak jual, karena kemasannya rusak. Sementara, di rak pajangan makanan dan minuman kemasan/kaleng, petugas menemukan tumpukan kotoran tikus. Namun, temuan barang kadaluarsa tidak hanya ditemukan di toko Paris Supermarket, tapi ditemukan juga di sejumlah toko yang dilakukan Sidak. Alhasil, dari hasil temuan tersebut, petugas gabungan yang juga melibatkan Satpol-PP itu, memberikan peringatan tegas kepada semua toko termasuk Paris Superstore, yang tidak melakukan pemeriksaan rutin terhadap barang dagangannya, sehingga ditemukan barang kadaluarsa. Pun demikian akan terus dilakukan pemantauan melalui Sidak berikutnya.(gmp)

editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Back to top button