Kotamobagu

3 Faktor hingga Pemkot Ambil Alih Pengelolaan Pasar Senggol

3 Faktor hingga Pemkot Ambil Alih Pengelolaan Pasar Senggol 

Pemuda Gogagoman Minta Dilibatkan

Bolmora, Kotamobagu – Untuk kesekian kalinya Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu menegaskan jika tahun 2016 ini akan mengambil alih pengelolaan pasar senggol. Hal itu dikatakan Kepala Disperindag Kotamobagu Herman Aray, kepada wartawan Bolmora.com, Kamis (16/6/2016).

Sebagaimana diketahui, tahun-tahun sebelumnya pasar senggol yang digelar sepekan sebelum lebaran Idul Fitri ini dikelola oleh pemuda dan elemen masyarakat Kelurahan Gogagoman, karena tempat pelaksanaannya berada di kelurahan setempat, tepatnya di jalan Kartini Kotamobagu. Namun, untuk tahun 2016 ini Pemkot Kotamobagu berinisiatif mengambil alih pengelolaannya, meski menimbulkan pro dan kontra.

Menurut Kepla Disperindag Herman Aray,  pengambil-alihan Pemkot terhadap pengelolaan pasar senggol ini bertujuan agar kegiatan pasar senggol bisa lebih terarah, tertib, rapih dan jelas sesuai prosedur yang ada.

“Bukannya Pemkot merampas hak pemuda dan warga Gogagoman yang biasanya mengelola pasar senggol sebelumnya, tapi agar pengelolaan pasar yang sudah menjadi tradisi tahunan ini lebih tertib. Terutama soal sewa lapak dan pengelolaan keuangannya,” ujar Herman.

Ada tiga faktor sehingga Pemkot mengambil alih pengelolaan pasar senggol. Yang pertama, untuk menfasilitasai keamanan dalam kegiatan ini, kedua mengutamakan pedagang lokal dan yang ketiga menyangkut putaran uang sewa lapak.

“Tiga faktor itu yang menjadi alasan Pemkot mengabil alih pengelolaan pasar senggol mulai tahun ini. Intinya, lebih pada pengawasan kegiatan pasar yang memang sangat membantu masyarakat ekonomi kalangan mengengah ke bawa ini,” kata Herman.

Disinggung terkait kesiapan pihaknya dalam mengahadapi gugatan elemen masyarakat Gogagoman, Herman mengaku telah siap dengan konsideran jika dari pihak pemuda maupun masyarakat Gogagoman melakukan protes atau gugatan.

‘Intinya kita telah mempersiapkan segala sesuatu kemungkinan yang terjadi, termasuk konsekuensi jika nanti ada keberatan dari pemuda maupun elemen masyarakat Gogagoman. Toh, ini dilakukan supaya kegiatan pasar senggol ini dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelasnya.

Ditambahkan Herman, rencana kegiatan ini telah dituangkan dalam surat rincian rencana kerja anggaran (RKA) Disperindag, bahkan dianggarkan pada APBD 2016.

“Ada sekitar Rp116 juta yang dianggarkan untuk pengelolaan pasar senggol. Namun kegiatan ini akan dikelola sepenuhnya oleh Pemkot atau melibatkan elemen masyarakat Gogagoman, tergantung keputusan pimpinan dalam hal ini Wali Kota Kotamobagu ibu Hj Tatong Bara,” ucap Herman.

Mengenai protes yang dilayangkan pemuda Gogagoman, Herman mengatakan pihaknya akan menguundang dan membiacarakan hal itu agar tidak terjadi simpang siur atau salah paham antara Pemkot dan pemuda Gogagoman.

“Kita akan mebicarakannya. Kemungkinan dalam kegiatan ini Pemkot akan melibatkan elemen masayarakat kelurahan setempat,” pungkasnya.

Sebelumnya, rencana pengambil-alihan pengelolaan pasar senggol oleh Pemkot Kotamobagu dikeluhkan pemuda Gogagoman. Melalui salah satu pemuda Sofian Bede, Pemkot diminta melibatkan pemuda dan masyarakat dalam pengelolaan pasar senggol, jelang lebaran nanti.

“Pemkot harusnya tahu sejarah keberadaan pasar senggol ini. Sejak 15 tahun lalu, tradisi pasar senggol ini adalah gagasan dan milik masyarakat Gogagoman. Untuk itu jangan seenaknya mengambil hak kami,” tegas Sofian.

Selama ini, pengelolaan pasar senggol tak pernah menjadi masalah, sejak dikelola oleh pemuda dan masyarakat Gogagoman.

“mengapa harus Pemkot yang mengelolanya, sedangkan selama ini kami membayar retribusi PAD kepada Pemkot,” urainya.

Sofyan berharap, Pemkot dalam menetapkan pengelolaan pasar senggol dapat membicarakan dengan pemuda Gogagoman.

“Sangat berharap sebelum membuka lapak untuk para pedagang, Pemkot dapat membicarakannya dengan kami,” tutup Sofyan.(ipin)

 

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button