Politik

Deprov Sulut Bakal Tindaki Pemain Harga Sembako

Deprov Sulut Bakal Tindaki Pemain Harga Sembako

Bolmora, Sulut – Kenaikkan harga sembako di pasar-pasar tradisional jelang bulan puasa bagi ummat muslim sudah menjadi masalah klasik. Seperti daging sapi dan ayam, yang saat ini mulai merangkak naik. Kenaikkan harga kedua bahan pokok ini mencapai Rp10-20 ribu per kilogramnya. Diprediksi kebutuhan lainnya akan mengikuti. Terkadang, ada oknum pedagang yang sengaja memainkan harga tidak sesuai. Hal itupun memantik Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) untuk angkat bicara memberi peringatan bagi para pemain harga.

“Memang, kondisi seperti ini sudah menjadi masalah klasik di setiap memasuki hari-hari besar keagamaan. Naiknya harga-harga di pasar sering dikeluhkan warga. Olehnya kami di DPRD Sulut mewarning bagi tengkula yang sering memainkan harga,” kata Anggota Komisi II DPRD Sulut Ainun Talibo, saat bersua dengan wartawan Bolmora.com, akhir pekan lalu.

Menurutnya, jangankan di masa mendekati perayaannya, menjelang bulan puasa saja beberapa bahan pokok, sperti sayuran dan bahan rempah  mulai naik harganya. Sehingga itu, pemerintah perlu melakukan operasi pasar.

“Operasi pasar perlu di lakukan di saat-sat seperti ini. Rencananya, kami juga akan ikut turun memantau harga di pasaran. Jika nanti menemukan ada oknum-oknum yang coba-coba bermain harga, maka kita tak segan-segan menindakinya,” tegas legislator asal Bolmong raya ini.

Mama Adit sapaan akrab Ainun, meminta kepada Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Sulut bersama instansi terkait lainnya, supaya turun ke lapangan untuk melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di pasar-pasar tradisional.

“Disperindag dan dinas terkait harus segera turun ke lapangan melakukan sidak,” imbuhnya.

Ditambahkan, perlu ada kebijakan dari pemerintah provinsi, jangan sampai harga melonjak sangat tinggi menjelang puasa ramadhan dan idul fitri nanti.

“Harus ada kebijakan khusus. Dan, untuk melakukan sidak yang paling penting adalah dari pihak eksekutif. Kalau legislatif hanya mendampingi saja, karena sebab itu merupakan domainnya eksekutif,” pungkas Mama Adit.

Peliput : Arifin Mongilong

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button