Roland…..” Layani Mereka Walau Bukan Warga Desa Ongkaw Satu Secara Administrasi “
Stunting harus dicegah sejak dalam kandungan

Minahasa Selatan
23 Mei 2024
Bolmora.com,_ONGKAW SATU.
Bentuk kepedulian ditunjukan pemerintah desa Ongkaw satu ketika pelayanan kesehatan untuk Ibu hamil (Bumil) di saat pelayanan PosYanDu .
Seperti biasanya agenda bulanan PosYanDu dilaksanakan untuk memeriksa kesehatan masyarakat yang dilaksanakan di gedung BPU Desa Ongkaw satu kecamatan Sinonsayang.
Semua Ibu hamil, Balita, Lansia di desa tersebut mendapatkan pelayanan dari puskesmas kecamatan.

Di antara yang hadir ada tiga Ibu hamil yang secara administrasi tidak tercatat sebagai warga desa setempat yang datang memeriksakan kesehatan kandungannya.
Setelah mengetahui hal tersebut Pemerintah desa yang oleh pejabat Hukum Tua Desa Ongkaw Satu Roland S.A Maringka S.IP memberikan pernyataan yang sangat menyentuh, “Torang musti layani atas nama kemanusiaan”, meskipun secara administrasi mereka bukan penduduk Desa Ongkaw Satu…..Negara harus hadir dan kita harus melihat dari sisi kemanusiaan, ujarnya.
Apalagi setelah diperiksa ternyata tiga orang Ibu hamil ini terindikasi KEK (Kekurangan Energi Kronis) kasihan bayinya.

Ditambahkan pula oleh Roland, Ingat bayi dalam kandungan merupakan aset bangsa di masa depan, jadi harus dijaga dan dipelihara kesehatannya agar ketika lahir nantinya bayi bayi itu dalam keadaan sehat, kita harus cegah stunting sejak dalam masa kandungan. Ujarnya dengan wajah serius.
Menurut Sekertaris Desa setempat Oskar Saleh, Pejabat Hukum Tua sampai memerintahkan Satgas Desa untuk menjemput para peserta PosYanDu setiap kali ada pelayanan….. Luar biasa.
Seperti diketahui, Pemerintah pusat melalui kementrian terkait memiliki program PMT (Pemberian Makanan Tambahan) bagi anak anak Stunting dan KEK (Kekurangan Energi Kronis) bagi Bumil jika kedapatan setelah diperiksa oleh dokter ternyata kandungannya tidak sehat atau tidak sesuai dengan bulan kehamilannya.
Menurut penjelasan Ketua PKK desa Ongkaw satu Ibu Yuliani Sabar, yang awak media temui di lokasi mengatakan bahwa program Pemberian makanan tambahan kepada ibu hamil dan anak terindikasi Stunting berlaku selama dua bulan sesuai petunjuk kementrian.
Kami bersama dengan para kader kesehatan desa selama dua bulan ini, terhitung mulai tanggal 20 Mei hingga 20 Juli 2024 rutin melayani para bumil dan anak anak stunting dalam Pemberian Makanan Tambahan dan Kekurangan Energi Kronis.
” Torang Kase makan tiga kali sehari, dengan komposisi pemberian susu sebelum makan kemudian memberi menu makanan sesuai petunjuk dari Dokter “…. Torang momasa di dapur PosYanDu Desa bukan momasa dari rumah ujarnya sembari tersenyum.
Awak media mengaminkan pernyataan tersebut karena memang seperti itu adanya setelah kami saksikan, tampak para kader Desa melayani dengan penuh kasih dan rasa tanggung jawab.
Kepala PusKesMas kecamatan Sinonsayang, Dr Viany Maramis ketika dihubungi via telepon genggam menyampaikan bahwa kondisi Bumil KEK(Kekurangan Energi Kronis) jika tidak di jaga kesehatannya, akan melahirkan anak stunting.
Oleh karena itu harus di intervensi dengan asupan gizi agar bisa terhindari dari melahirkan anak stunting.
Ditambahkan pula oleh Viany nama panggilan KaPusKesMas Kecamatan Sinonsayang bahwa pemberian makanan tambahan dimaksud adalah untuk meningkatkan gizi Anak anak stunting dan Bumil lewat makanan bernutrisi tinggi seperti susu,ikan,daging dan sayuran berserat tinggi selama dua bulan
Setelah selesai dua bulan, akan di evaluasi kembali apakah asupan gizi tersebut sudah bisa mengembalikan kondisi mereka atau belum.
Program ini berlaku di seluruh puskesmas di Indonesia dan bukan hanya di kecamatan Sinonsayang. ujarnya lewat telepon genggam.
Penulis :Deki L.



