Pendaftaran Santri di Ponpres Miftahul Khoir Buyat Yang Dibiayai Pemkab Boltim Mulai Dibuka
BOLMORA.COM , BOLTIM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) di tahun 2022 ini tidak hanya mengedepankan pembangunan fisik atau infrastruktur. Namun, pembangunan mental spiritual khusus bagi anak-anak juga di kedepankan.
Salah satu program dari Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto yang mulai berjalan tahun ini adalah program 1 desa 2 santri, yang sudah dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Khoir Tebuireng VII Buyat pada 2 Maret 2022 lalu.
“Saya minta kepada para kepala desa untuk terus mensosialisasikan program ini. Namun, karena keterbatasan anggaran, tahun ini setiap desa baru bisa mengirimkan 1 orang anak yang akan menjadi santri di Ponpres Miftahul Khoir Buyat,” Ungkap Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto, Selasa (31/5/2022).
Dirinya menerangkan, setiap santri yang akan mondok di pesantren, biayanya sudah ditanggung oleh Pemkab Boltim.
“Silakan saja langsung melapor ke pemerintah desa masing-masing, nantinya pemerintah desa yang memiliki kewenangan memilih perwakilan yang akan dikirimkan menjadi santri di Ponpres. Yang paling utama adalah memiliki surat keterangan tidak mampu yang dikeluarkan oleh pemerintah desa masing-masing,” Terang Sachrul.
Sementara itu, pengasuh Ponpres Miftahul Khoir Tebuireng VII Buyat Kyai Abdurrahman Modeong mengatakan, pendaftaran santri baru sudah mulai dibuka pada pekan lalu.
“Pendaftaran santri baru sudah mulai dibuka pekan lalu, nantinya para santri disini akan mengikuti pendidikan formal di Madrasah Tsanawiyah (MTs) atau setara Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Aliyah (MA) setara SMA,” Ujar Kyai Abdurrahman.
Dirinya melanjutkan, para santri di Ponpres juga nantinya akan diajarkan berbagai pengetahuan dan pendalaman tentang agama islam.
“Keunggulan Ponpres kita adalah pembelajaran Kitab Kuning atau kitab yang dituliskan oleh ulama Salaf dari generasi Tabi’in yang saat ini dipelajari di Ponpres-ponpres besar di Pulau Jawa. Kemudian bidang Tauhid yang merujuk ke imam Al Asy’ari dan Taturidi, bidang Fiqih (Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’i, Imam hambali), bidang Tasawuf (Imam Al Gozali dan lain-lain). Untuk para tenaga pengajar (ustadz) disini juga keluaran dari Ponpres Miftahul Khoir Tasikmalaya, Pesantren Riyadul Solihin Ciamis,” Jelas Kyai Abdurrahman.
Dirinya menambah, mulai tahun ini para santri baru di Ponpres diwajibkan untuk mondok.
“Untuk tahun ini semua santri yang masuk diwajibkan mondok, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya,”
(RG)



