Advertorial

Bupati Bolmong Terima Kunjungan Kepala BKKBN RI

BOLMORA.COM, ADVERTORIAL – Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Yasti Soepredjo Mokoagow, bersama jajaran menerima kunjungan kerja Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI Hasto Wardoyo, bersama Wakil Gubernur (Wagub) Sulut Steven O.E. Kandouw, Selasa (25/5/2021).

Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow saat memberikan sambutan pada Kunker Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo

Padakesempatan itu, bupati yang didampingi Wakil Bupati Yanny Ronny Tuuk, Ketua DPRD Bolmong Welty Komaling, Kapolres Bolmong AKBP Nova Irone Surentu, dan unsur Forkopimda lainnya, mengungkapkan atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bolmong, mengapresiasi serta memberikan ucapan terima kasih atas kunjungan tersebut. 

“Kendati di tengah kesibukan dan agenda kerja yang begitu padat, masih sempat berkunjung dan bersilaturahmi dengan jajaran Pemkab Bolmong, dalam rangka membangun sinergitas dan koordinasi yang baik untuk pelaksanaan tupoksi BKKBN RI, serta tupoksi Pemprov Sulut sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah pusat,” kata Yasti, dalam sambutannya di rumah dinas.

Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo, didammingi Wagub Steven Kandouw dan Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow, saat memberikan bingkisan kepada keluarga penderita stunting

Kepada rombongan, Yasti juga menerangkan bahwa Kabupaten Bolmong merupakan salah satu dari 15 kabupaten/kota yang berada di Provinsi Sulut, dengan luas wilayah 3.517 kilometer persegi.

“Hampir 27 persen luas wilayah Provinsi Sulut, dan terdiri dari 200 desa, 2 kelurahan, 15 kecamatan dan dengan jumlah penduduk kurang lebih 251.355 jiwa,” terangnya.

Ia juga menyampaikan program kependudukan, pembangunan keluarga dan keluarga berencana (KB) di Bolmong yang dilaksanakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PP-KB), yang memiliki 23 ASN daerah dan 4 ASN pusat, tenaga lini lapangan PPKBD sebanyak 202 orang, serta Sub PPKBD sebanyak 886 orang.

“Pelayanan KB baru pada tahun 2020 sebanyak 1.806 Akseptor atau 24,48 persen, dan pembinaan KB aktif sebanyak 38.131 Akseptor atau 81,27 persen. Sedangkan pelaksanaan program dilaksanakan di 29 kampung KB, 103 kelompok kegiatan dan 23 kelompok target program prioritas nasional,” jelasnya.

Lanjut Yasti, tahun 2019 lalu, Bolmong ditetapkan sebagai Lokasi Khusus (Lokus) penanganan stunting. Di mana, selaku bupati dirinya telah menandatangani MoU penurunan stunting, dan tahun 2021 telah memasuki tahun ketiga Lokus penurunan stunting. Sehingga, diharapkan diakhir RPJMN tahun 2024 nanti, Bolmong sudah bebas dari permasalahan stunting.

“Angka stunting Bolmong di tahun 2020 kurang lebih ada 173. Dan saat ini tinggal 87 anak penderita stunting. Dalam arti sudah turun 50,58 persen. Mudah-mudahan sesuai dengan target nasional, di tahun 2024 nanti Bolmong bebas dari stunting,” ujar Yasti mengakhiri sambutannya.

Bersama Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow dan Wabup Yanny Tuuk, Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo, dan Wagub Steven Kandouw, serta jajaran, dengan keluarga penderita stunting

Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo, pada penyampaianya menerangkan bahwa BKKBN mengemban tugas program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

“Pak Presiden memberikan nasihat kepada kami agar tidak melakukan Business As Usual, dan jangan hanya sanding, tapi harus deliverd. Artinya, setetes ataupun sekecil anggaran harus sampai pada rakyat. Makannya anggaran yang dulu diberikan oleh BKKBN pusat untuk layanan kontrasepsi kepada perwakilan BKKBN provinsi kita pindahkan ke kabupaten/kota, dalam hal ini setiap OPD KB terkait, mulai dari anggaran penggerakan pelayanan kontrasepsi dan anggaran pelayanan lainnya. Dalam bentuk DAK fisik dan BOKB, kita langsung serahakan ke instansi pemerintah daerah, supaya anggaran tersebut tepat sasaran,” kata Hasto.

Lanjut dia, tugas selanjutnya yang diberikan oleh Presiden Jokowi, yakni upaya untuk mengelola kasus stunting. Pun pihaknya dalam usulan kepada Kementerian Keuangan, anggaran tersebut dituangkan dalam bentuk DAK, baik fisik maupun non fisik atau BOKB.

“Itu juga akan langsung diserahkan kepada Dinas KB daerah. Jadi, sukses atau tidaknya program BKKBN di Kabupaten Bolmong tergantung dari instansinya,”paparnya.

Ia juga menyampaikan, Presiden saat ini tengah menekankan program peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“Oleh karena itu, kita cegah jangan sampai generasi kita lahir stunting,” kata dia mengakhiri.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, para asisten, seluruh kepala OPD di lingkup Pemkab Bolmong, dan para pegawai BKKBN Provinsi Sulut.

(Advertorial/Agung)

Gunady Mondo

Aktif sebagai jurnalis sejak tahun 2010 (Wartawan UKW UTAMA: 9971-PWI/WU/DP/XI/2021/21/10/79)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button