Salurkan BLT Dandes Tahap Dua, Iskandar: Jika Aada Masalah Segera Melapor ke Sangadi, Jangan ke Medsos

0
186
Salurkan BLT Dandes Tahap Dua, Iskandar: Jika Aada Masalah Segera Melapor ke Sangadi, Jangan ke Medsos
Penyerahan BLT Dandes tahap dua secara simbolis oleh Bupati Iskandar Kamru, kepada warga yang memiliki penyakit kronis

BOLMORA.COM, BOLSEL — Kamis (28/5/2020) Pemkab Bolsel (Bolaang Mongondow Selatan) mulai menyalurkan BLT (Bantuan Langsung Tunai) yang berasal dari Dandes (dana desa), untuk masyarakat kurang mampu terdampak pandemi Covid-19 atau virus corona.

Penyaluran dimulai di Desa Popodu, Kecamatan Bolaang Uki, dengan jumlah penerima sebanyak 50 KK (kepala keluarga).

Dalam kesempatan itu, Bupati Iskandar Kamaru, mengimbau kepada masyarakat jika ada permasalahan dalam penyaluran BLT Dandes tahap dau agar segera dilaporkan kepada kepala desa (Sangadi), dan tidak diumbar Medsos (media sosial).

“Jika ada masalah segera melapor ke sangadi, jangan ke medsos. Kita akan carikan solusi bersama-sama,” imbaunya.

Iskandar berharap, bantuan yang disalurkan bisa meringankan beban masyarakat yang saat ini terpaksa diam di rumah karena wabah Covid-19.

“Jadi tolong bantu pemerintah. Pemerintah telah melaksanakan kewajiban dengan menyalurkan bantuan. Nah, giliran pemerintah untuk menuntut kewajiban masyarakat, yaitu mematuhi anjuran pemerintah untuk selalu diam di rumah dan tetap menjaga kesehatan, mencuci tangan dan menggunakan masker. Ini dilakukan agar pandemi ini cepat berakhir. Saya juga meminta supaya desa-desa lain di Bolsel bisa mempercepat proses penyaluran BLT Dandes tahap dua ini,” pungkasnya.

Terpisah, juru bicara Pemda Bolsel Aldy Setiawan Gobel menambahkan, Pemda Bolsel selalu mendorong semua bantuan agar cepat tersalurkan.

“Lebih cepat, lebih baik. Karena, Pemda Bolsel berkomitmen membantu masyarakat dengan mempercepat penyaluran semua jenis bantuan,” ujarnya.

Dia juga kembali menegaskan, warga yang ada keluhan terkait bantuan supaya segera melapor ke kepala desa.

“Kalau ada keluhan lebih baik melapor ke sangadi agar kita cari jalan keluarnya. Sebab, kalau di medsos tidak ada solusinya,” cetus Aldy.

(*/Gnm) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here