Tenaga Medis Tuai Dukungan di Medsos
BOLMORA.COM, BOLMONG – Bullying di medsos terhadap tenaga medis di Bolaang Mongondow Raya (BMR) oleh sejumlah oknum sudah masuk ke ranah hukum. Tapi dukungan kepada tenaga medis terus mengalir, bahkan jauh lebih banyak yang memberi apresiasi terhadap mereka.
“Bravo dan tetap semangat para petugas Medis se BMR, Sulut dan setanah Air”.
Buat kalian petugas Medis. Tindakan nyinyir dan bullying pada kalian belakangan ini memang disadari begitu mengganggu konsentrasi tugas kemanusiaan yang kalian emban. tapi yakinlah Brader, stigma yang coba dibangun melalu Medsos belum lama ini hanyala tindakan oknum yg tak bertanggung jawab yg tentu tidak mewakili mayoritas suara publik. Publik tau persis tugas kalian amatlah berat terlebih dalam upaya melawan Covid-19 sebagai garda terdepan lengkap dengan taruhan nyawa.
Pandemi yang kian meneror sendi-sendi kehidupan manusia belakang ini butuh orang-orang pilihan seperti kalian, karna hanya kalian juga yang mampu melakukan hal tersebut. Pengorbanan kalian tentu tidaklah mampu disetarakan dengan sebuah Gelar Pahlawan ataupun dengan nilai materi saja tapi lebih dari itu. Meski bgtu yakinlah kalau pengorbanan kalian akan bernilai Ibadah yang kelak akan dinikmati faedahnya Dunia dan Akhirat. Aamiin ya rabbal alamin
Begitu dukungan terhadap tenaga medis yang ditag kepada akun Adri Paputungan dan lainnya.
Akun lainnya Rudin Ginoga memuji kiprah tenaga medis di Bolmong.
“Mereka adalah Pahlawan kemanusian yang seharusnya di beri penghargaan yang setinggi-tingginya,” kata dia.
David salah satu warga Poigar memposting dukungan pada tenaga medis
seperti dukungan pada klub sepakbola Liverpool. “You ll Never Walk Alone”, kata dia.
Kepala Dinas Kesehatan Bolmong dr Erman Paputungan mengakui banyak stigma negatif masyarakat pasca muncul kasus Covid 19 di rumah sakit. Ia meminta warga untuk mensuport tenaga medis.
“Yang perlu saat ini saling mendukung. Kita hanya butuh dukungan moril dari masyarakat. Doa kan tim medis untuk tetap diberikan kekuatan dalam menjalankkan tugas,” kata Erman.
Erman juga mengimbau agar masyarakat tetap mengikuti anjuran dari pemerintah untuk menjaga kesehatan dan melakukan pola hidup sehat.
“Dengan meningkatnya hasil rapid tes yang reaktif maka kita semua harus meningkatkan kewaspadaan kita akan menyebarkan covid-19. Bersama-sama kita bisa memutus rantai penyebaran virus tersebut,” ungkapnya.
“Hindari stigma negatif kepada mereka yang sudah reaktif atau bahkan yang sudah dinyatakan positif covid-19 sebab tidak ada orang yang mau terjangkiti oleh virus tersebut. Sekalipun terjangkiti itu bukan aib, bukan dosa dan bukan pula kutukan, bisa terjadi kepada siapapun. Sebaiknya kita harus memberikan dukungan moril. Disaat-saat seperti ini rasa kemanusiaan kita sedang di uji. Mari semakin peduli dengan sesama,” kata dia.
(Agung)



