Pimpin Upacara Harkitnas, Bupati Bolsel Tekankan Persatuan Bangsa

0
450
Pimpin Upacara Harkitnas, Bupati Bolsel Tekankan Persatuan Bangsa
Bupati Iskandar Kamaru, saat meyampaikan pidato Harkitnas ke 111 tahun 2019. Senin (20/5)/Foto: hms Bolsel

BOLMORA.COM, BOLSEL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) menggelar upacara dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang ke-111, Senin 20 Mei 2019.

Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Bolsel Iskandar Kamaru, berlangsung di Halaman Kantor Bupati Bolsel, Panango, dan diikuti seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Bolsel.

Dalam sambutan, bupati membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara. Ia menyampakan bawa peringatan hari kebangsaan nasional tahun ini sangat relevan jika dimaknai dengan teks sumpah palapa.

“Saat ini bangsa berada dalam situasi pasca pesta demokrasi yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat kita,” ungkap Iskandar.

Bupati mengingatkan, hingga saat ini tahapan pesta demokrasi dapat berjalan lancar dan aman. Hal ini tidak lepas dari pengorbanan banyak saudara-saudara kita yang menjadi anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara, bahkan sampai ada pengorbanan nyawa..

Telah lebih dari satu abad, lanjut bupati, bangsa ini menorehkan catatan penghormatan dan penghargaan atas kemajemukan bangsa. Hal itu ditandai dengan berdirinya organisasi Boedi Oetomo, yang mana dalam kondisi kemajemukan bahasa, suku, agama, kebudayaan ditingkah bentang geografis merupakan salah satu yang paling ekstrem namun kita mampu membuktikan menjaga persatuan sampai detik ini.

“Oleh karena itu, tak diragukan lagi bahwa kita pasti akan mampu segera kembali bersatu dari kerengganan perbedaan pendapat, dari keterbelahan sosial dengan memikirkan kepentingan yang lebih luas bagi anak cucu bangsa ini, yaitu persatuan indonesia,” ungkapnya.

Tak hanya itu, peringatan Harkitnas kali ini juga dirangkaikan dengan Apel Korpri yang dilangsungkan dalam suasana bulan Ramadhan.

“Bagi umat muslim, jadikanlah bulan suci ramadhan ini untuk kita mengejar pahala dan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang dibenci Allah SWT seperti permusuhan, penyebaran kebohongan dan fitnah. Hingga pada akhirnya kita bisa seperti Mahapati Gadjah Mada, mengakhiri puasa dengan hati dan lingkungan yang bersih berkat hubungan yang kembali fitri,” tambahnya.

Bupati berharap peringatan Harkitnas ini dijadikan moment untuk membangkitkan rasa persatuan, agar bangsa yang besar ini mampu terus menghidupi semangat persatuannya selama berabad-abad. (*/wdr)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here