Pemkab Boltim Gelar Tarling Putaran ke-2
BOLMORA, BOLTIM – Tim 1 yang dipimpin langsung Bupati Boltim Sehan Landjar, menggelar Tarawih Keliling (Tarling ) putaran ke-2, yang bertempat di Masjid Nur-Iman Desa Nuangan Induk, Kecamatan Nuangan, Senin (28/5).
Seusai melaksanakan salat isya empat rakaat, tak lupa bupati mengucapkan rasa syukurnya.
“Alhamdulillah, Allah selalu memberikan kesehatan dan kesempatan, sehingga sampai dengan saat ini kita masih bisa berkumpul di tempat yang suci ini, untuk menunaikan ibadah salat tarawih berjamaah,” ujar Sehan.
Ia mengingatkan, Alquran diturunkan untuk pembatas antara hak dan batil.
“Kitab suci ini Allah turunkan sebagai petunjuk bagi kita agar bisa tahu membedakan mana yang milik kita dan bukan, ambil dan pakailah kalau itu kepunyaan kita,” ungkapnya.
Eyang sapaan akrab bupati mengajak umat Islam untuk menjaga akhlak, jangan sampai hancur karena kemajuan teknologi dunia.
“Handphone adalah salah satu teknologi modern yang banyak mengubah sekaligus menghancurkan ahklak manusia,. Tak jarang anak-anak kita sampai terbengkalai karena kecanggihan teknologi yang salah kita pergunakan,” kata Sehan.
Selain itu, bupati dua periode ini juga mengajak masyarakat untuk banyak membaca Alquran dan beristighfar.
“Perbanyaklah membaca isi dan kandungan dalam kitab suci Alquran, seiring juga kita harus sering mengucapkan Astagfirullah Haladziim agar mendapatkan kemudahan dan terbebas dari segala kesulitan,” imbuh Eyang.
Sementara itu Djefri Koe, yang merupakan perwakilan dari Kemenag Tutuyan menambahkan, supaya masyarakat muslim dapat belajar dari salah satu pemuda pada masa itu, yang telah memakan makanan yang bukan haknya.
“Ibrahim bin Adam namanya, hanya dengan memakan sebiji korma yang bukan miliknya, sebelum mendapatkan keikhlasan dari pemilik buah tersebut, maka doanya tidak akan pernah diijabah oleh Allah SWT,” pungkasnya.
Diketahui, selesai sambutan Pemkab, langsung dilanjutkan dengan salat tarling dan witir berjamaah.
Tarling tim 1 ini dihadiri oleh Kepala SKPD, Kabag, Kabid, ASN dan masyarakat setempat.(ayax vay)



