1 Tahun Kepemimpinan Y2, Bolmong Mengalami Perubahan Signifikan
BOLMORA, BOLMONG – 22 Mei 2018 mwerupakan momen bersejarah bagi pasangan Bupati dan Wakil Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow-Yanny Ronny Tuuk (Y2). Pasalnya, pada 22 Mei 2017 lalu pasngan top eksekutif Kabupaten Bolmong ini dilantik sebagai bupati dan waki bupati, untuk mengarungi pemerintahan lima tahun ke depan. Pun sejak dilantik, berbagai harapan dan keinginan masyarakat Bolmong tertumpuk di pundak Yasti-Yanny, yang dikenal ‘HEBAT’ dengan berbagai trobosan demi kepantingan masyarakat Kabupaten Bolmong.
Terkait dengan berbagai program yang dilaksanakan selama satu tahun kepemimpinan, bupati mengaku kepemimpinan Y2 akan bekerja semaksimal mungkin dan akan berusaha menuntaskan berbagai problem, termasuk pelayanan kepada masyarakat
Tidak hanya itu, Y2 juga miningkatkan program di bidang pembangunan, perekonomian, pendidikan, kesehatan termasuk bidang pariwisata yang merupakan pekerjaan prioritas yang harus segera dirampungkan. Sehingga nantinya, Kabupaten Bolmong akan menjadi tempat yang aman dan sejahtera.
“Tidak ada lagi pejabat yang dilayani masyarakat. Sekarang, pelayanan yang dilakukan kepada masyarakat akan maksimal, jika pejabat yang berwenang bisa melayani dengan sepenuh hati,” ujar Yasti, saat melakukan apel perdana, pada Jumat (26/5/2017) lalu.
Saat ini pun, Yasti juga terus memperjuangkan masyarakat Bolmong agar mendapatkan pekerjaan yang layak. Hal ini terbukti setelah Direktur Utama PT Conch Mr Zeng, sepakat untuk mengakomodasi tenaga kerja, yang sebagian besar adalah masyarakat Bolmong, untuk bekerja di perusahaan yang beroperasi di Desa Solog, Kecamatan Lolak. Kesepakatan ini dinyatakan Mr Zeng pada Selasa (20/3/2018).
Tidak hanya masalah pekerjaan untuk masyarakat Bolmong. Bupati yang pernah menjabat anggota DPR RI dua periode ini juga memperjuangkan hasil royalty PT JRBM yang jelas-jelas merugikan masyarakat Bolmong. Hal ini dibuktikan dangan digandengnya pengacara kondang Yusril Ihza Mahendra, pada Kamis (8/3/2018) di Jakarta, guna menuntaskan masalah pembagian royalty.
Baru-baru ini juga, BMR dihebohkan dengan pemindahan Rekening Umum Kas Daerah (RKUD) oleh Pemkab Bolmong sebesar Rp1,2 triliun, dari Bank SulutGo ke Bank Negara Indonesia (BNI). Hal tersebut dilakukan Yasti, karena beberapa pertimbangan. Salah satunya soal kuota Sumber Daya Manusia (SDM) Bolmong yang tidak satupun mendapat posisi yang strategis di jajaran direksi Bank SulutGo.
Menurut Srikandi Kabupaten Bolmong ini, seharusnya pihak Bank SulutGo melihat SDM Bolmong untuk masuk ke dalam jajaran divisi maupun karyawan. Sebab, SDM yang ada di Bolmong juga mumpuni untuk mengisi posisi di jajaran bank tersebut.
“Kalau tidak salah, ada 16 jabatan kepala divisi. Tidak ada sama sekali kader dari Bolmong. Begitu pun 32 jabatan di bawah divisi yang tidak ada sama sekali kader Bolmong. Komisaris pun tidak ada anak Bolmong. Kalau pun karyawan, dari seratus yang akan direkrut, hanya ada dua orang saja anak Bolmong. Padahal, kita mempunyai kontribusi besar di Bank SulutGo,” tegas Yasti. Selasa (20/3/2018).
Tahun ini juga, Yasti memberi perhatian serius untuk pelajar SD, SMP yang berada di Bolmong, dengan memberi bantuan seragam baru dan penambahan peralatan komputer SMP, dalam rangka menunjang kualitas pendidikan terutama menghapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).
Sel;ain itu, Yasti juga memprogramkan pembangunan perpustakaan sekolah SMP sebagai tempat bacaan siswa, pembangunan laboratorium IPA SMP sebagai tempat penelitian siswa, pembangunan gedung dan perbaikan bangunan sekolah SD dan SMP.
Bahkan baru-baru ini, wanita enerjik ini juga berhasil melobi Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk tahun 2018 di Kementerian PUPR sebesar Rp60 Miliar, guna pelebaran jalan nasional dari Desa Tuyat hingga jembatan Desa Lolak Tombolango, sepanjang 4 kilometer, dengan lebar jalan mencapai 25 meter.
Selain terus memacu ketertinggalan di bidang infrastruktur, bupati lo profile ini juga terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menggulirkan berbagai bantuan dan program bagi pelaku UMKM, serta masyarakat dengan kategori miskin.
Pun belum lama ini juga Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow, dinobatkan sebagai pemenang Top Pembina BUMD 2018.(**)
Penulis: Agung Dondo



