Pemuda Mongkonai Temukan Kakao Jenis Baru
BOLMORA, KOTAMOBAGU – Kakao atau yang biasa disebut Coklat masih menjadi komoditi unggulan dan potensial yang ada di Kotamobagu. Pasalnya, struktur tanah wilayah Kotamobagu sangat cocok untuk proses pengembangan kakao jenis apapun. Ini dibuktikan dengan penemuan kakao jenis baru oleh petani asal Mongkonai Ali Potabuga.
Menurut Ali Potabuga selaku penemu kakao jenis baru ini, kakao jenis A1 merupakan hasil persilangan antara dua jenis kakao unggulan.
“Ini kakao jenis baru hasil temuan saya namanya A1, agar mudah diingat. Jenis kakao ini merupakan klon unggulan, karena sudah kami awasi. Klon A1 ini tahan terhadap serangan penyakit,” ujar Ali beberapa waktu lalu.
Kakao jenis unggulan baru tersebut lanjut Ali dalam proses pengajuan linsensi untuk mendapatkan pengakuan dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka). Pihaknya sudah berkoordinasi dengan salah satu doktor yang ada di Puslitkoka.
“Untuk jenis ini perlu adanya penelitian lebih lanjut, kami sudah komunikasi dengan mereka dan kami dianjurkan untuk mengikuti perkembangan jenis kakao baru ini,” tambahnya.
Terpisah Ketua Kelompok Satu Hati Pemuda Tani Kelurahan Mongkonai Farid Potabuga mengatakan, penemuan kakao jenis A1 ini, merupakan hasil persilangan dan baru ada di Bolaang Mongondow.
“Ini jenis kakao unggulan dan hanya ada di Kotamobagu. Dari 3 kali masa panen, klon jenis A1 ini punya sistem imun yang tinggi tahan terhadap serangan hama dan penyakit,” kata Farid yang juga selaku ketua Pemuda Kelurahan Mongkonai.
Menurut Farid, saat ini pihaknya tengah menunggu lisensi pengakuan dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) yang ada di Jember.
“Untuk lisensinya dari pihak pusat penelitian kopi dan kakao sementara proses pengajuan. Nah, salah satu tahapannya kita disuruh lihat 3 kali masa pembuahan apa bisa capai pertahun. Alhamdulillah bisa, buahnya lebat dan tahan terhadap serangan hama penyakit,” jelasnya.
Ia berharap ini jadi salah satu program prioritas Pemerintah Kotamobagu. Sebab, walaupun dilihat dari luas wilayah pertanian Kotamobagu yang relatif kecil dibandingkan dengan daerah lain, tapi mata pencairan masyarakatnya mayoritas adalah petani.
“Saya berharap pertanian ini lebih diperhatikan lagi oleh pemerintah. Karena sumber daya alam (SDA) luar biasa, Sumber daya manusia (SDM) kita juga punya. Ini dibuktikan dengan adanya salah satu penemu kakao jenis baru. Hanya ada di Bolaang Mongondow khususnya Kotamobagu, dan ini bisa menjadi kebanggaan daerah nanti di tingkat nasional,” tutup Farid.(**/me2t)



