Ramadhan Punya Cerita Sendiri Bagi Pedagang Nenas
BOLMORA, BOLMONG – Buah nenas yang mengiasi pemandangan di Desa Lobong, Kecamatan Passi Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) ampaknya punya cerita sendiri di momen bulan Ramadhan.
Pantauan media ini, sejak awal Ramadhan lapak para pedagang mulai menjamur dibandingkan dengan hari biasanya. Ada penjual buah dadakan dengan lapak seadanya, yang menjajakkan buah nenas berbagai ukuran di pinggir jalan raya Trans Sulawesi, menuju Kecamatan Lolak.
Bahkan, ada yang sebelumnya berjualan buah mangga, pisang dan pepaya, namun ketika puasa beralih menjual buah nenas demi memenuhi permintaan konsumen. Bulan Ramadhan ini, memang membawa berkah bagi penjual buah nanas. Baik pengecernya maupun petaninya.
Pun permintaan buah nenas di Desa Lobong ini saat Ramadhan memang naik berlipat-lipat. Tak heran, banyak lapak buah nenas seadanya maupun lapak yang menjual nenas setiap hari. Mereka pun tetap menambah stok, karena permintaan tinggi di bulan puasa.
Lisnawati Mamonto, salah satu penjual nenas dari Desa Lobong mengatakan, Ia biasanya menyetok buah nenas ke petani setempat lebih banyak, karena permintaan tinggi di bulan Ramadhan.
“Permintaannya memang tinggi, tapi harganya tidak naik terlalu tinggi,” ujarnya. Selas (22/5).
Harga nenas dihitung satu ikatan (isi dua buah), bahkan tergantung kondisi pasar. Maksimal harga Rp25.000, jika sedang murah bisa hanya Rp10.000 satu ikatan
“Rata-rata Rp15.000 per satu ikatan, karena banyak pembeli yang menawarnya,” ungkapnya.
Lisnawati mengaku, rata-rata per hari bisa menjual 200 buah nenas, selama Ramadhan ini.
“Sejauh ini mungkin ada 200 buah per hari. Harganya beda-beda, tergantung ukuran buah nenas. Ada yang hanya Rp10 ribu satu ikat, ada juga Rp.15 ribu, dan ada juga bisa sampai Rp25 ribu,” jelasny.(agung)



