Mobil Damkar Milik Pemkab Bolmong Hanya Jadi Pajangan?
BOLMORA, BOLMONG – Kendaraan pemadaman kebakaran (Damkar) di Kabupaten Bolmong tampaknya tak berfungsi, bahkan terkesan kendaraan tersebut hanya jadi pajangan di depan kantor Pemkab Bolmong. Hal ini pun membuat warga semakin kecewa. Pasalnya, sejak Januari 2018 sampai sekarang, sudah 15 rumah terbakar dengan korban luka bakar ada 4 orang. Rumah – rumah yang terbakar itupun selalu rata tanah, dan sampai sekarang tak ada upaya yang dilakukan oleh pihak Bidang Pemadan Kebakaran (Damkar) yang berada di bawah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
“Baru-baru ini terjadi musibah kebakaran rumah warga di Desa Motabang, tapi nyatanya tak ada mobil Damkar yang datang untuk memadamkan api. Akhirnya, rumah tersebut habis terbakar rata tanah. Seharusnya, jika mendengar kabar adanya kebakaran, instansi terkait langsung mengerahkan mobil Damkar untuk memadamkan api,” kata Romi, salah satu warga Bolmong.
Dia meminta kepada Pemkab Bolmong untuk memprioritaskan mobil Damkar. Sebab hal seperti ini tidak bisa dianggap enteng. Apalagi, jika misalnya terjadi kebakaran di kantor SKPD, lalu siapa yang memadamkan api. Jika hanya mengandalkan alat seadannya, otomatis tak bisa memadamkan api tersebut.
“Kalau pun alasanya mobil Damkar rusak, seharusnya diperbaiki. Bukan hanya jadi pajangan saja di kantor Pemkab. Secepatnya harus ada mobil Damkar. Apalagi, wilayah Bolmong tergolong luas,” imbuhnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Ketertiban Umum, Ketentraman Masyarakat dan Pemadaman, Satpol PP Soeharyanto Towidjojo mengatakan, untuk posisi sekarang ini mobil Damkar belum jalan.
“Ada tiga kendaraan, tapi tak bisa digunakan,” ungkapnya.
Kendati demikian, pihaknya akan mengupayakan tahun depan akan ada penganggaran untuk pengadaan kendaraan Damkar yang baru.
“Untuk tahun ini belum ada, karena kondisi keuangan daerah belum stabil. Tahun depan kita upayakan lima unit. Namun, yang siap dianggarkan baru satu unit kendaraan,” ujar Soeharyanto.
Ia menambahkan, jika terjadi lagi peristiwa kebakaran, pihaknya akan berkoordinasi dengan BPBD.
“Untuk saat sekarang ini, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Apalagi, kondisi kendaraan sekarang sudah rusak. Jika diperbaiki tentu akan memakan anggaran yang besar. Mendingan kita beli mobil Damkar yang baru saja,” pungkasnya.
Terpisah, Kepala Satpol PP Bolmong Max Iswadi Mokodompit menyatakan, kondisi tiga unit mobil Damkar milik Pemkab tidak bisa lagi digunakan. Untuk memperbaiki mobil Damkar tersebut bakal memakan anggaran hingga ratusan juta rupiah. Sehingga itu, untuk menanggani kebakaran, pihaknya telah merencanakan pengadaan mobil Damkar yang baru. Namun, pengadaan mobil Damkar tersebut tidak bisa dilakukan secara keseluruhan. Sebab, pengadaannya harus bertahap.
“Tapi, kita upayakan di pergeseran anggaran sekitar Rp1,4 Miliar untuk lima unit mobil Damkar yang akan diadakan,” tandas pejabat transferan dari Boltim ini.
Dia menjelaskan, jika mobil Damkar sudah ada, pihaknya akan melakukan pemetaan lima wilayah yang berdekatan, untuk memiliki satu unit mobil Damkar. Dari lima wilayah yang dipetakan itu, akan dibagi per wilayah satu unit mobil Damkar.
“Melihat kebutuhan luas wilayah, seharusnya tiap kecamatan memiliki satu unit mobil Damkar. Tapi, untuk sementara ini kita masih berkoordinasi dengan BPBD, bila terjadi kebakaran. Intinya harus ada kerja sama untuk menangani musibah atau peristiwa kebakaran,” lugasnya.(agung)



