Kotamobagu

60 Petani Kopi di Kotamobagu Ikut Pelatihan

BOLMORA, KOTAMOBAGU – Sebanyak 60 petani kopi se-Kota Kotamobagu mengikuti pelatihan teknik budidaya pengolahan pasca panen yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu, bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) bidang Deputi UMKM, Divisi Advisori dan Pengembangan Ekonomi.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara.

Dalam sambutannya, Tatong mengapresiasi kepedulian Bank Indonesia terhadap petani kopi di Kota Kotamobagu.

“Kotamobagu ditetapkan oleh Kementerian Pertanian sebagai kawasan nasional pertanian untuk kopi dan beras. Yang mana kopi adalah salah satu produk unggulan. Dengan adanya perhatian ini, tentunya akan memberikan kemajuan bagi petani kopi. Untuk itu, Pemkot mengucapkan terima kasih pada Bang Indonesia perwakilan Sulut, atas kepeduliannya kepada petani,” imbuh wali kota perempuan pertama Kota Kotambagu, di Ball Room Hotel Sutanraja, siang tadi.

Saat ini, Pemkot Kotamobagu sedang mengusahakan pembukaan jalan tani untuk pertanian kopi.

“Saat ini kita sedang mengusahakan pembukaan jalan pertanian, dan ini membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Alhamdullilah, kemarin sudah ada lampu hijau dari Kementerian Keuangan, jika pada  2018 nanti disiapkan anggaran untuk pembukaan jalan perkubunan kopi,” jelas Tatong .

Sementara itu, Deputi UMKM Bank Indonesia Kepala Divisi Advisori dan Pengembangan Ekonomi Buwono Budisantoso, kepada awak media mengungkapkan sudah sejak tahun lalu pihaknya melakukan analisasi terhadap perekonomian, dan ini dilakukan di seluruh kabupaten/kota di Sulut.

“Kami melihat, Kota Kotamobagu mempunyai produk unggulan. Salah satunya adalah kopi. Ini tentunya sangat menjanjikan untuk perekonomian. Apalagi, kopi Kotamobagu mempunyai peluang untuk dieksport. Namun, sebelum itu para petani kopi ini akan kami berikan pelatihan, selanjutnya akan kami berikan alat pengolahan untuk menunjang produktifitas kopi, sehingga kualitas kopi yang dihasilkan sesuai dengan standar eksport,” pungkasnya.

Buwono Budisantoso mengakui, pihaknya cukup tertarik dengan kopi Kotamobagu yang berbeda dengan kopi dari daerah lain.

“Kopi Kotamobagu adalah kopi organik yang agak sulit ditemukan di daerah lain,” ucap Buwono.(me2t)

Gunady Mondo

Aktif sebagai jurnalis sejak tahun 2010 (Wartawan UKW UTAMA: 9971-PWI/WU/DP/XI/2021/21/10/79)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button