Iuran BPJS Diduga Tidak Disetor, Karyawan PT Andalas Jaya Minta Petanggung Jawaban
BOLMORA, BOLMONG – Semangat momentum hari buruh internasional yang diperingati setiap tanggal 1 Mei, yang baru saja lewat seharusnya ikut dirasakan seluruh buruh di seluruh dunia. Namun, bagi karyawan PT Andalas Jaya, selaku rekanan/suplayer tenaga kerja yang mempekerjakan karyawannya di PT J-Resources Bolaang Mongondow (J-RBM), justru sebaliknya.
Kepada awak media BOLMORA.COM, sejumlah karyawan PT Andalas Jaya mengaku resah dengan status keanggotaannya sebagai pemegang kartu BPJS Ketenagakerjaan.
Menurut pengakuan mereka, setelah dikroscek ke kantor BPJS di Kotamobagu, ternyata kewajiban perusahaan untuk membayar iuran ke kas kantor BPJS tidak dilakukan oleh pihak perusahaan.
“Jumlahnya bervariatif, ada yang 6 bulan, dan ada yang 12 bulan iuran BPJS tidak disetor oleh pihak perusahaan. Padahal setiap bulan selama kami bekerja, iuran itu langsung dipotong dari gaji kami,” ungkap salah satu karyawan yang meminta namanya tidak dipublis.
Menurutnya, setiap mereka (karyawan, red) meminta penjelasan ke oknum Supervisor PT Andalas Jaya bernama Jemi Walangitan, selalu mengelak.
“Kami punya bukti riwayat setoran dari pihak kantor BPJS. Saat ini kami sedang berupaya untuk terus meminta pertanggung jawaban dari pihak PT Andalas Jaya,” cetus lelaki paru baya itu.
Kata dia, dalam waktu dekat dirinya bersama karyawan lainnya yang merasa dirugikan akan membuat laporan ke Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bolmong. Bahkan, jika persoalan ini tidak segera diselesaikan oleh pihak perusahaan, sejumlah karyawan akan melapor ke pihak kepolisian, dengan tuduhan penggelapan dana iuran BPJS.
“Itu uang hasil keringat kami. Kami minta uang itu harus dikembalikan. Memang terkesan perusahaan ini selalu mengabaikan kewajibanya terhadap karyawan. Nanti kami akan beberkan semua dalam laporan,” tegas karyawan tersebut.
Hasil penelusuran tim BOLMORA.COM, pihak kantor BPJS Ketenagakerjaan Kotamobagu, yang beralamatkan di Kelurahan Motoboi Kecil mengakui bahwa benar hampir semua karyawan PT Andalas Jaya yang datang ke kantor mempertanyakan masalah itu.
Sementara itu, upaya konfirmasi yang dilakukan ke Supervisor PT Andalas Jaya atas nama Jemi Walangitan, hingga berita ini dipublis belum menemui hasil. Dihubungi di nomor hanphone 08152460xxxx, meski dalam keadaan aktif tapi tidak dijawab. Pun demikian dengan pesan singkat Short Message Service (SMS), tidak dijawab.(hen/gnm)



