Boltim

Tenaga Honorer di Boltim Tiga Bulan Tak Terima Gaji

Tenaga Honorer di Boltim Tiga Bulan Tak Terima Gaji

Bolmora – Boltim

Tenaga honorer daerah (Honda) yang mengabdi di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim), mulai malas masuk kantor. Bagaimana tidak, sampai saat ini honor 1.047 Honda belum juga dibayarkan oleh pemerintah daerah.  Hal itu diungkapkan salah satu honorer yang tidak mau ditulus namanya.

Kata dia, hingga sekarang nasibnya bersama ribuan honorer lainnya belum jelas, kapan honor akan dibayarkan.

“Sampai hari ini (kemarin, red) kepastian pembayaran gaji kami belum jelas. Padahal kami sudah berjerih-payah bekerja untuk pemerintah daerah,” keluhnya.

Hal yang sama dikatakan tenaga honorer lainnya. Menurut honorer yang mengaku dari Kotabunan ini, seharusnya pemerintah daerah memperhatikan honor mereka. Apalagi, bulan depan sudah masuk pada bulan puasa, otomatis banyak keperluan keluarga yang harus dipenuhi.

“Kami minta tolong, walaupun kami hanya honorer tapi kami sudah bekerja. Sudah masuk bulan ketiga sejak Maret, kami belum juga menerima gaji. Di satu sisi, kami butuh uang untuk kebutuhan hidup. Apalagi, untuk datang di kator kami memerlukan biaya transport,” ujarnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Boltim Mohammad Assagaf, dihubungi terpisah menjelaskan, pembayaran gaji tenaga honorer masih menunggu Surat Keputusan (SK) pengangkatan Honda.

“Berkasnya sudah ada di meja pak bupati, tinggal ditandatangani. Saya harap para honores dapat bersabar, pasti honor mereka akan dibayarkan,” imbau Assagaf.

Dikatakan Assagaf, anggaran untuk pembayaran tenaga honorer sudah tertata dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2016, sebesar Rp9 miliar.

“Pembayaran honor mereka melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), dan sesuai absensi setiap honorer. Untuk itu saya ingatkan kepada para tenaga honorer agar jangan malas masuk kantor,” tegas Assagaf.

Sementara itu, Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Boltim Sofyan Alhabsyi, menegaskan sebaiknya pemerintah daerah segera merealisasikan gaji para honorer tersebut. Apalagi, mereka dituntut untuk terus bekerja.

“Seharusnya sudah dibayarkan, karena mereka juga butuh uang untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. dan juga keluarga.Tertundanya pembayaran gaji honorer juga mempengaruhi terhadap serapan anggaran triwulan dua yang tinggal satu bulan lebih,” jelas Alhabsyi.(mg-05/gm)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button