Berikut Isi Surat Edaran tentang Panduan Ibadah di Bulan Ramadhan

BOLMORA.COM, KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu mengeluarkan surat edaran bernomor: 003/SETDA-KK/202/IV/2021, tentang Panduan Ibadah Ramadhan, Idul Fitri dan Kegiatan Pasar Ramadhan Tahun 1442 Hijriyah/2021.
Dengan adanya surat edarah tersebut, maka Pemkot Kotamobagu menyetujui segala aktivitas masyarakat di bulan suci Ramadhan nanti, namun harus tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19.
Dikeluarkan surat edaran itu, dalam rangka mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19, serta memberi rasa aman kepada umat Islam dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan tahun 1442 Hijriyah/2021.
Hal itu juga bertujuan untuk memberikan panduan beribadah dan kegiatan pasar Ramadhan yang sejalan dengan protokol kesehatan, sekaligus untuk mencegah, mengurangi penyebaran dan melindungi masyarakat dari risiko terpapar Covid-19.
Isi surat edaran meliputi berbagai kegiatan ibadah dan pasar Ramadhan, yang dipersyaratkan dalam bulan Ramadhan, dan dilakukan bersama-sama untuk melindungi banyak orang.
Surat edaran Pemkot Kotamobagu itu dikeluarkan berdasar pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor: 11 tahun 2020, tentang penetapan kedaruratan kesehatan masyarakat dari Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), surat edaran Menteri Agama Republik Indonesia Nomor: SE 03 tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri Tahun 1442 Hijriyah/2021, surat edaran Wali Kota Kotamobagu Nomor: 155/W-KK/VI/2021 tentang Protokol Kesehatan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah Dalam Kondisi Pandemi Covid-19 tanggal 8 Juni 2020, dan surat edaran Wali Kota Kotamobagu Nomor: 48/W-KK/III/2020 tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat Dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, serta surat edaran Wali Kota Kotamobagu Nomor: 49/W-KK/III/2021 tentang Pembatasan Waktu Operasional Bagi Pelaku Usaha di Masa Pandemi Covid-19 Tahun 2021, di Kota Kotamobagu.
Berikut beberapa ketentuan yang tertuang dalam surat edaran
| 1). Umat Islam, kecuali bagi yang sakit atau atas alasan syar’i lainnya yang dapat dibenarkan, wajib menjalankan menjalankan ibadah puasa Ramadhan sesuai hukum syariah dan tata cara ibadah yang ditentukan agama. |
| 2). Sahur dan buka puasa dianjurkan dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga inti. |
| 3). Dalam hal ini kegiatan buka puasa bersama dengan harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan. |
(Nisar)



