✨"Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur"

Bolmong

Warga Bolmong Terapkan Physical Distancing Sambil Berkebun

BOLMORA.COM, BOLMONG – Mewabahnya Covid-19 sangat berdampak kepada pendapatan masyarakat luas, terutama para pekerja harian atau karyawan yang hanya bekerja di sebuah perusahaan. Tak sedikit para karyawan yang dirumahkan.

Seperti yang dialami oleh salah seorang karyawan pabrik bernama Rolan, warga Desa Tombolango, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolmong. Ia harus dirumahkan karena perusahaan tempatnya bekerja terdampak krisis ekonomi akibat Covid-19.

Ditengah kegelisahannya, Ia mendapat solusi terbaik untuk tetap mendapatkan penghasilan dan terus bisa beraktifitas.

“Jalan keluarnya adalah berkebun jagung, lahan disini sangat banyak, tinggal pilih saja,” ujar Rolan.

Rolan menuturkan, bahwa berkebun jagung untungnya lumayan besar. Sementara biaya perawatannya sedikit.

“Sekali panen, sehektar bisa dapat 13 juta,” terang dia.

Di masa Corona seperti saat ini, sebut dia, berkebun bisa jadi cara physical distancing yang efektif. Petani bisa menyendiri dan berjemur matahari untuk mematikan kuman.

“Daya imun juga akan kuat badan pun sehat,” katanya.

Hal tersebut juga dilakukan Sukri warga Dumoga. Ia terpaksa pulang kampung setelah Mall Manado ditutup. Di kampungnya, ia membantu orang tuanya di lahan pertanian jagung.

“Social Distancing ya berkebun saja, dapat uang banyak sekaligus menjaga fisik,” ungkap dia.

Sementara itu, Wakil Bupati Bolmong, Yanny R. Tuuk menyampaikan, bahwa kondisi Bolmong di bidang pertanian surplus beras.

“Stok beras aman hingga empat bulan ke depan, Bolmong juga lagi panen jagung,” katanya.

Diketahui Bolmong adalah lumbung pangan Sulut. Jika beras Bolmong aman, maka amanlah Sulut.

(Agung).

editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Back to top button