Ditengah Pandemi Covid-19, Kebutuhan Bahan Pokok di Bolmut Masih Aman dan Normal
BOLMORA.COM, BOLMUT — Harga bahan pokok di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), masih relatif normal dan aman, belum ada lonjakan apapun meski sudah dua pekan aktivitas masyarakat telah dibatasi oleh pemerintah.
Salah seorang pedagang di Pasar Rakyat Boroko mengaku, hingga saat ini kondisi sembako di Bolmut belum ada kenaikan harga.
“Hingga saat ini masih stabil, belum ada kenaikan. Harga sayur dan barang lainnya masih normal. tidak tahu kedepannya, tapi semoga saja tetap stabil sampai memasuki bulan suci ramadhan,” ujar warga Boroko berinisial FO (40) kepada BOLMORA.COM, Sabtu (04/04/2020).
Bahkan menurut FO, pasokan sejumlah bahan pokok pun saat ini masih berlangsung normal. Para pembeli juga masih beraktivitas seperti biasanya.
“Alhamdulillah pasokan (barang) masih lancar. Kelihatannya belum ada pengaruh ke harga bahan pokok. Hanya saja mau pedagang atau pembeli kami sama-sama waspada saat melakukan transaksi tunai,” jelasnya.
FO menyebutkan, kenaikan harga justru terjadi pada bahan obat herbal seperti jahe yang saat ini menjadi hampir dua kali lipat.
“Kenaikannya sudah sejak sebulan lalu,” katanya.
FO menuturkan, mahalnya harga jahe karena adanya isu yang menyebut jika jahe bisa mencegah dan menyembuhkan corona. Karena banyak yang memborong, terang FO, membuat pasokan jahe pun semakin berkurang.
“Sekarang sudah mulai susah dapat jahe dan rempah lainnya. Barangnya ada, tapi jumlahnya terbatas,” ucapnya.
Sementara itu AM (57), salah satu pengunjung pasar rakyat boroko mengungkapkan, harga dari keseluruhan bahan pokok masih dalam jangkauan daya beli masyarakat. Hanya cabai yang sedikit mengalami penaikan harga.
“Saya belanja mingguan, mencari rempah-rempah seperti batang bawang, bawang merah, bawang putih, beras, sayur dan ikan serta masih banyak kebutuhan lainnya. Dari semua yang saya beli hanya rica yang sedikit naik harganya, ” tuturnya.
Menurutnya, suasana kondisi di pasar rakyat Boroko banyak berubah semenjak pandemi Covid-19 menyebar kemana-mana.
“Ketemu jaga jarak, menggunakan masker dan sarung tangan tanpa bersalaman. Rasanya aneh, tapi itu merupakan himbauan pemerintah semata untuk keselamatan dan kesehatan kami. Saya sekeluarga hanya keluar rumah jika ada keperluan mendesak seperti saat ini,” candanya.
Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Bolmut DR. Drs. Asripan Nani, MS.i., pada awak media Bolmora.com sepekan yang lalu mengatakan, Pemerintah Daerah akan menyiapkan dana sebesar Rp.250 juta untuk operasi pasar mencegah kenaikan harga bahan pokok.
“Imbas pandemi covid-19 juga jelang bulan suci ramadhan, Pemda telah bersiap untuk mencegah kemungkinan melonjaknya harga bahan pokok dengan akan menyiapkan dana untuk operasi pasar, ” imbuhnya.
(Awall)


