Bolmong

Jumlah Kedatangan Warga Bolmong dari Luar Daerah Terus Meningkat

BOLMORA.COM, BOLMONG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) terus melakukan pencegahan terkait merebaknya virus Corona yang menjangkit di sejumlah wilayah Indonesia. 

Beberapa langkah strategis pun diambil Pemerintah Daerah diantaranya yakni melakukan pendataan notifikasi status Orang Dalam Pengawasan (ODP), dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) serta jumlah Orang yang memiliki Riwayat Perjalanan (ORP) di daerah atau negara yang terjangkit virus Covid-19 itu.

Ironisnya jumlah warga dari luar daerah Sulut yang masuk Bolmong cukup banyak, data yang dihimpun sejak Jumat (27/03) mencapai 87 orang, ada pun kenaikan drastis pada Senin (30/03),  dengan jumlah 289 orang. Kenaikan terus terjadi, di awal bulan April jumlah ORP menjadi 460.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit (P2) Dinkes Bolmong Yusuf Detu membenarkan hal tersebut.

“Terjadi lonjakan sangat besar di akhir Maret dan Awal April, ” aku Yusuf Detu.

Yusuf mengatakan, lonjakan itu terjadi karena banyak warga Bolmong yang kembali dari luar daerah.

“Seperti mahasiswa kuliah dari luar dan juga pekerja yang kembali saat ditetapkan libur oleh pemerintah, ” kata dia.

Disampaikan Yusuf, bahwa ORP ini terdiri dari mahasiswa dan para pekerja yang hendak menghindarkan diri dari wabah. Di Jakarta, sejumlah warga telah berduyun duyun menuju ke daerah.

“Ini memicu kekhawatiran bakal bergesernya zona merah dari Jakarta ke daerah. Skenario Italia berpeluang terjadi di Indonesia, dimana warga dari Italia Selatan yang telah jadi pendemi, ramai ramai keluar dari sana, menyebabkan virus menjangkiti seluruh negeri, ” tutur Yusuf.

Menurut Yusuf, warga dengan status notifikasi orang riwayat perjalanan berpeluang menjadi ODP.

“Kalau mereka menunjukkan rasa sakit otomatis bakal jadi ODP,” katanya.

Sebelumnya Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow meminta warga luar Bolmong untuk jangan dulu berkunjung ke Bolmong. Yasti mengutip hadits dan ayat Alkitab guna memperkuat himbauannya.

“Saya fikir untuk mencegah virus ini mewabah dengan luas, sudah dijelaskan secara gamblang dalam agama. Contohnya seperti yang disampaikan Rasulullah S.A.W, dalam hadis yang diriwayatkan dari Abdurrahman bin Auf

Apabila kamu mendengar wabah berjangkit di suatu negeri, maka janganlah kamu mendatangi negeri itu. Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, janganlah kamu keluar dari negeri itu karena hendak melarikan diri darinya’, Sebagaimana tercantum dalam kitab Shohih Muslim, ” terang bupati.

Lanjut bupati mengatakan, bahwa di dalam Alkitab juga disampaikan “Kalau orang bijak melihat malapetaka, bersembunyilah ia, tetapi orang yang tak berpengalaman berjalan terus, lalu celaka.” ujar Yasti, beberapa waktu lalu.

(Agung).

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button