Kotamobagu

Ahmad Yani Paparkan Penyelenggaraan e-Government Kotamobagu di Forum Komunikasi Diskominfo se-Sulut

BOLMORA, KOTAMOBAGU — Hari kedua kegiatan seminar dan dialog dengan tema upaya ‘Mendorong Perkembangan Ekonomi Masyarakat di Daerah dan Membangun Sistem Kota Cerdas’, kerja sama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kotamobagu dengan PT. Nusantara Compnet Integrator, berjalan sukses dan lancar.

Kepala Diskominfo Kota Kotamobagu Ahmad Yani Umar, yang juga hadir selaku narasumber dalam kegiatan tersebut menyampaikan, penerapan e-Government bagi setiap daerah itu harus, karena tujuannya untuk mentransformasikan sistem pemerintahan yang terlalu birokratis dan tradisional, menuju ke arah digitalisasi.

“Hal ini tidak main-main lagi. Sebab, sesuai dengan aturan dan regulasi, pemerintah diharuskan untuk mentrasformasikan sistem pelayanan pemerintahan dan sistem pelayanan publik bagi setiap kabupaten dan kota. Agar nantinya, pelayanan yang tadinya terlalu birokrastis, lambat dan panjang dirubah menjadi lebih mudah, cepat, tepat dan akuntabel,” ujar Yani, usai kegiatan, Ramis (18/4).

Menurutnya, untuk penerapan sistem tersebut, tentunya harus ditunjang dengan infrastruktur serta tenaga ahli yang memadai, di samping penguatan regulasi.

“Di samping adanya pengatan regulasi, semua juga harus ditunjang infrastruktur serta sumber daya manusia yang memadai,” ungkpanya.

Yani mengungkapkan, sesuai dengan Peraturan Wali Kota (Perwako) Nomor 37 tahun 2017 bahwa pengembangan e-Government di Kota Kotamobagu sendiri saat ini sudah mumpuni.

“Infrastuktur IT di Kota Kotamobagu saat ini sudah mumpuni, walaupun masih dalam proses pengembangan, dan hal ini pun mendapat pengakuan dari Grand Forensic Examiner Polri,  AKBP Muhammad Nuh Al Azhar, yang juga merupakan salah satu nasrasumber yang hadir pada kegiatan ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Grand Forensic Examiner Polri AKBP Muhammad Nuh Al Azhar, selaku salah satu narasumber yang hadir pada kegiatan mengakui bahwa, Pemkota Kotamobagu saat ini merupakan salah satu daerah di Indonesia yang giat dan aktif membina bidang Informasi dan Tekhnologi (IT).

“Setahu saya, Pemda yang giat dan aktif membina IT itu tidak banyak di Indonesia. Dari jumlah yang sedikit itu, salah satunya adalah Kota Kotamobagu. Makanya saya bilang bagus, karena sekarang sudah zamannya digital, harusnya Pemda yang lain juga ikut seperti Pemkot Kotamobagu,” ucap Nuh.

Terkait Smart City, Nuh mengatakan, bukan hanya sisi Development atau pengembangan saja, tapi  sisi keamanan data (Security) juga harus menjadi perhatian.

“Bicara Smart City, bukan hanya Development atau pengembangannya saja, namun dalam dunia Cyber juga ada istilah Security. Jadi, sistem yang dibangun oleh Pemda juga harus difikirkan bagaimanan tingkat keamanannya. Memang, tidak ada sistem yang sempurna, tapi paling tidak ada skema untuk selalu mengevaluasi sistem keamanannya,” pungkasnya.

Kegiatan yang dilaksanakan di Novotel Manado tersebut dihadiri Tim Jakarta Smart City, Diskominfo Kabupaten Banyuasin dan Provinsi NTB, Bappeda se-Sulut, Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia (UI), serta Diskominfo se-Sulut.(**/me2t)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button