Pemkot Usulkan Penambahan Guru dan Tenaga Medis
BOLMORA, KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu masih kekurangan sekira 700 pegawai.
Menurut Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Kotamobagu Refly Mokoginta, kebutuhan pegawai terbesar pada tenaga guru dan kesehatan.
“Kurang lebih yang dibutuhkan sebanyak 700 pegawai, dan saat ini masih dalam proses rekapan,” ujar Refly, siang tadi.
Untuk menutupi kekurangan tersebut, pihaknya telah melakukan kajian dan memasukkan usulan ke pemerintah pusat.
“Usulan tersebut berdasarkan perhitungan yang disusun oleh bagian organisasi, sejak tahun 2015 sampai 2017,” ujarnya.
Senada juga dengan Kaban BKPP, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Kotamobagu Kadri Bangol, menjelaskan bahwa memang saat ini Kota Kotamobagu masih kekurangan guru, terutama guru agama dan olahraga untuk SD dan SMP.
“Kami sudah usulkan ke badan kepegawaian sejak tahun 2015, dan tinggal menunggu informasi pemerintah pusat terkait kuota yang akan diberikan kepada Kota Kotamobagu,” jelasnya.
Sedangkan, Plh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kotamobagu Ahmad Yani Umar, berharap agar usulan tersebut bisa terakomodir untuk mengisi kekurangan tenaga medis di Kota Kotamobagu. Apa terlebih untuk mempersiapkan Rumah Sakit Rujukan Kotamobagu.
“Mudah-mudahan apa yang diusulkan bisa terakomodir dengan kouta yang sesuai. Agar, kekurangan tenaga medis bisa terpenuhi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Kota Kotamobagu. Lebih khusus menghadapi pelayanan di Rumah Sakit Rujukan Kotamobagu,” pungkasnya.
Terpisah, Asisten III Setdakot Adnan Massinae, mengakui jika tahun ini telah mengusulkan 150 pegawai untuk CPNS 2017. 150 pegawai ini diprioritaskan untuk tenaga medis, guru dan tenaga teknis.
“Kami masih menunggu kepastian adanya pengumuman rekrutmen CPNS,” singkatnya.
Diketahui, informasi dari pemerintah pusat bahwa formasi CPNS 2017 untuk semua instansi baik pusat (kementerian dan lembaga non kementerian) maupun daerah (Pemprov, Pemkot, Pemkab) saat ini masih menunggu informasi resmi dari KemenPAN-RB dan BKN. Bahka, pelaksanaan rekrutmen CPNS 2017 masih dalam konteks pelaksanaan Moratorium.(me2t)



