Aliansi Pemerhati Malintang Berdialog Bersama DPRD Boltim Soal Pembebasan Lahan

0
Aliansi Pemerhati Malintang Berdialog Bersama DPRD Boltim Soal Pembebasan Lahan
Tampak keterwakilan dari Aliansi Pemerhati Malintang Asmawan Lasambu saat menyuarakan keluhan rakyat kepada DPRD

BOLMORA.COM, BOLTIM – Aliansi Pemerhati Masyarakat Lingkar Tambang (Malintang), mewakili masyarakat di sembilan desa areal perusahaan tambang emas PT. Arafura Surya Alam (ASA), yang beroperasi di Desa Kotabunan dan Bulawan, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), melakukan dialog bersama delapan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Boltim.

Puluan anggota aliansi pemerhati Malintang disambut langsung oleh Ketua DPRD Boltim Fuad Landjar, bersama tujuh anggota DPRD lainnya, bertempat di ruang sidang paripurna DPRD Boltim, Senin (22/3/2021).

Dalam dialog tersebut, aliansi pemerhati Malintang menyampaikan beberapa keluhan terkait harga tanah pembebasan perluasan areal perusahaan PT. ASA, yang nantinya akan beproduksi di Desa Kotabunan-Bulawan dianggap sangat merugikan pemilik lahan khususnya masyarakat yang ada di desa lingkar tambang. Pasalanya, pihak perusahaan menawarkan harga lahan perkebunan milik masyarakat hanya dengan harga Rp20.000 per meter.

Ketua DPRD Fuad Landjar mengatakan, dinrinya sangat merespon poin-poin yang disampaikan oleh pihak aliansi.

“Kami sebagai wakil rakyat sudah mengetahui apa yang menjadi gejolak antara pihak perusahaan dan masyarakat lingkar tambang. Nantinya, kami akan mengagendakan pertemuan antara perusahaan dan Aliansi Malintang agar cepat terealisasi apa yang menjadi keluhan masyarakat Desa Kotabunan dan Bulawan,” ungkap Fuad.

Sementara, Ketua Komisi II DPRD Boltim Sofyan Alhabsyi menambahkan, apa yang menjadi tuntutan aliansi akan ditindaklanjuti oleh para anggota DPRD, karena rakyat yang memilih.

“Melalui kesempatan ini, saya mohon kepada pimpinan agar dapat mengundang pihak perusahaan dan mengagendakan pertemuan, kemudian undang beberapa keterwakilan dari masyarakat lingkar tambang agar masalaha ini dapat segera diselesaikan,” tegas Alhabsyi.

Adapun dari keterwakilan aliansi Asmawan Lasambu, meminta kepada pihak DPRD agar menyurat langsung ke kantor pusat perusahaan tambang tersebut. Karena, setiap ada permasalahan, pihak perusahaan selalu berdali akan bekonsultasi dengan pimpnan yang ada di kantor pusat.

“Seperti yang kami ketahui bahwa, sudah beberapa kali DPRD menyurat ke pihak perusahaan. Namun tidak ada respon dari perusahan, apalagi kami hanya masyarakat biasa, bisa saja tidak diindahkan. Jadi, kami selaku masyarakat meminta agar DPRD harus tegas. Kami yakin dan percaya, DPRD bisa menjadi penyabung lidah rakyat,” ketus Asmawan.

Turut hadir dalam dialog yang tetap menerapkan protokol kesehatan tersebut, ketua dan anggota DPRD Boltim, unsur TNI/Polri, puluhan anggota aliansi pemerhati Malintang.

(Ayax Vay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here