Didampigi Bupati Bersama Jajaran, Wakil Gubernur Sulut Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Bolmut
BOLMORA.COM, ADVERTORIAL – Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Drs. Steven E.O. Kandouw, bersama rombongan melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Bolmut (Bolaang Mongondow Utara).
Kunjungan tersebut dalam rangka meninjau langsung lokasi bencana banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Kabupaten Bolmut.
Setibanya di Bolmut, Sabtu (7/3/2020), wakil gubernur didampingi Bupati Bolmut Drs. Hi. Depri Pontoh, besama jajaran, langsung menuju wilayah terparah terdampak banjir, yakni di Desa Pangkusa dan Suka Makmur, Kecamatan Sangkub, dan Desa Huntuk, Kecamatan Bintauna.
Di situ, rombongan melihat lansgsung dari dekat bangunan warga dan fasilitas yang rusak akibat banjir. Selain itu, rombongan juga melihat tempat pengungsian dan dapur umum.

Dalam kesempatan tersebut, bupati melaporkan bahwa bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada Rabu (4/3/2020), mengkibatkan 52 desa di empat wilayah kecamatan tersendam. Di antaranya Kecamatan Sangkub, Bintauna, Bolangitang Timur dan Bolangitang Barat.
Adapun korban jiwa akibat bencana berjumlah 2 orang, yang hanyut terbawa arus. Salah satunya telah ditemukan jasadnya oleh Tim Basarnas, pada Kamis (5/3/2020). Sedangkan korban lainnya masih dalam pencarian.
Lebih lanjut dijelaskan kerusakan dan kerugian akibat bencana banjir dan tanah longsor, diantaranya
Adapun kerugian perumahan meliputi rumah permanen rusak berat 1 unit, rumah semi permanen rusak berat 288 unit, rusak sedang 57 unit, dan rusak ringan 6.824 unit.
Kerugian infrastruktur meliputi jalan desa sepanjang 2,18 kilometer, gorong-gorong 10 unit, drainase sepanjang 145 meter, tanggul jalan 63 meter, tanggul sungai (bronjong) 300 meter, dan tanggul sungai (talud) sepanjang 10 meter.
Sedangkan kerugian ekonomi meliputi sektor pertanian, sawah seluas 1.784,66 hektare, ladang seluas 341 hektare. Sektor perikanan tambak ikan 17.000 ekor, peternakan sapi 266 ekor, kambing 159 ekor, ayam 1.001 ekor, dan perdagangan kios 6 unit.
Kerugian di sektor sosial meliputi kerusakan gedung sekolah dasar (SD) sebanyak 80 ruang kegatan belajar (RKB), SMP 48 RKB, dan tempat ibadah seperti Masjid 1 unit. Sehingga, total keseluruhan nilai kerusakan dan kerugian mencapai Rp. 104.423.661.375.

Bupati juga menjelaskan, penanganan dampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bolmut sudah dilakukan oleh pemerintah daerah semaksimal mungkin, dengan sumber daya yang ada. Seperti evakuasi masyarakat yang terdampak, dan membuat tempat pengungsian, pos bencana, pos pelayanan kesehatan serta dapur umum di desa lokasi terjadinya bencana.
Pemerintah daerah juga telah memberikan bantuan awal kepada masyarakat, berupa sembako makanan siap saji yang langsung didistribusikan, baik dari pemerintah daerah, maupun dari bantuan masyarakat desa tetangga, dan relawan-relawan yang peduli atas musibah ini.
Pun dalam kondisi saat ini, kebutuhan mendesak warga terdampak bencana berupa makanan siap saji, perlengkapan tidur, air bersih, pakaian bagi korban banjir, dan perlengkapan dapur.
Untuk upaya membuka akses jalan yang tertutup material longsor, pemerintah daerah telah mendatangkan alat berat, dan terus berkoordinasi dengan Balai Jalan Nasional wilayah Sulut agar akses jalan Trans Sulawesi dapat segera dilalui.
Bupati dua periode ini mengungkapkan, pemerintah dan masyarakat sangat bersyukur serta berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulut yang telah memberikan perhatian serius terhadap kejadian bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Bolmut.
Di waktu dan kesempatan itu pula, wakil gubernur menyerahkan secara simbolis bantuan berupa sembako dan beberapa perlengkapan yang dibutuhkan warga, seperti bantuan penerangan jalan umum (PJU) tenaga surya sebanyak 40 titik senilai Rp1.000.000.000, pemasangan listrik gratis 450 Watt untuk 50 rumah warga kurang mampu senilai Rp135.000.000, dan bantuan alat alkon dari PT. Bank Sulutgo dan PT. Conch.

Dalam arahannya, wakil gubernur mengungkapkan keprihatinannya terhadap kejadian bencana di Kabupaten Bolmut.
Menurutnya, kunjungan kerjanya bertujuan untuk mengidentifikasi dampak kerusakan yang diakibatkan bencana, dan memastikan langsung apa yang menjadi kebutuhan pokok warga terdampak banjir dan tanah longsor.
Kata dia, kebutuhan masyarakat erupa makanan, pakaian dan tempat tinggal yang layak harus dipenuhi secara sistematis dan masif. Karenanya, dibutuhkan kebersamaan. Karena memang, pemerintah punya kewenangan, kekuasaan dan kapasitas, namun yang paling utama adalah rasa empati dari semua pihak untuk bersama-sama meringankan beban masyarakat terdampak bencana.
Diakatakannya pula, tugas pemerintah harus memastikan proses belajar mengajar dan ujian kelulusan sekolah, baik tingkat SD, SMP dan SMA agar tetap terlaksana dan berjalan dengan lancar.
Ia menegaskan bahwa. Pemerintah Provinsi Sulut berkomitmen untuk terus mendukung serta mengawal proses rehabilitasi pasca banjir dan tanah longsor, terutama mental dan kepercayaan diri masyarakat untuk bangkit dari musibah yang dialami.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut, dari Balai Wilayah Sungai Sulawesi I, yang melakukan mengidentifikasi penyebab terjadinya banjir.
Selain itu, hadir pula Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Ediwin H. Silangen, bersama jajaran, Unsur Forkopimda, Ketua TP PKK Bolmut Dra. Hj. Ainun Pontoh Talibo, Wakil Bupati Bolmut Drs. Hi. Amin Lasena, M.AP bersama Wakil Ketua TP PKK Dra. Hj. Siti Safwania Lasena Djenaan, Ketua DPRD Frangky Chendra, bersama sejumlah anggota DPRD Bolmut, Sekretaris Daerah Dr. Drs. Hi. Asripan Nani, M.Si, dan Ketua Dhrma Wanita Persatuan Bolmut Hj. Fitriana Nani Buhang, S.E, serta para pejabat di lingkunagn pemkab Bolmut.
(Advertorial/Awall)



